Tiga Hasil Penelitian LIPI Dipamerkan

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 
melakukan tes pada motor berbahan bakar hidrogen di Laboratorium LIPI, Kota Bandung, Senin (21/4). Dalam momentum Hari Bumi LIPI menunjukan 3 Teknologi energi terbarukan. (foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan tes pada motor berbahan bakar hidrogen di Laboratorium LIPI, Kota Bandung, Senin (21/4). Dalam momentum Hari Bumi LIPI menunjukan 3 Teknologi energi terbarukan. (foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (P2Telimek), menghadirkan tiga hasil penelitian energi terbarukan. Ketiga teknologi tersebut bisa mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil.


Kepala P2Telimek, Budi Prawara mengatakan, saat ini ketergantungan Indonesia kepada energi fosil dan minyak masih sangat tinggi hingga mencapai 37 persen. Selain itu penggunaan gas mencapai 21 persen dan batu bara mencapai 33 persen.

“Pemerintah telah mencanangkan target 23 persen penggunaan energi terbarukan yang dapat tercapai pada tahun 2025,” ucap Budi di Gedung LIPI Bandung, Jalan Sangkuriang, Kota Bandung, Senin (22/4/2019).

Budi menambahkan, semua hasil penelitian tersebut dapat membantu pemerintah dalam mengestimasi cadangan energi terbarukan. Ia mencatat saat ini Indonesia memiliki 442 gigawatt cadangan energi terbarukan, namun hanya baru dua persen yang dimanfaatkan.

“Penelitian ini dapat mendukung kebijakan pemerintah dalam hal konservasi dan disversifikasi energi di masa mendatang,” jelas Budi.

Dalam kesempatan yang sama, Peneliti LIPI, Anjar Susatyo menjelaskan, hasil penelitian yang dihadirkan diantaranya, pembangkit listrik tenaga kinetik air. Pembangkit listrik tersebut bisa menghasilkan listrik dari debit air yang sangat kecil.

“Bentuk turbin sederhana, mudah dipasang, serta ramah bagi organisme air seperti ikan,” kata Anjar.

Selain itu ada lagi hasil penelitian dengan memanfaatkan sinar matahari, yakni Smart Microgrid. Teknologi tersebut dapat mengonversi sumber energi dari sinar matahari, angin, air dan biogas untuk pemakaian listrik.

“Kelebihan pasokan energi juga dapat disimpan dalam baterai. Ini bisa menjadi solusi dalam akses energi terbarukan,” tuturnya.

Pada bidang transportasi, LIPI juga telah melakukan riset untuk pengembangan Hidrogen ICE (Internal Combustion Engine). Pengembangan teknologi tersebut juga dapat mengurangi pencemaran udara dari gas kendaraan bermotor.

“Produk hasil pembakarannya hanya air, sehingga tidak menjadi polusi,” pungkasnya.

(azs)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …