Klaim Kemenangan Pilpres Bisa Picu Konflik

Klaim Kemenangan Pilpres Bisa Picu Konflik

Klaim Kemenangan Pilpres Bisa Picu Konflik

Bandung – Para kontestan dan pihak yang terkait dalam Pilpres 2019 diminta untuk ikut menunggu hasil akhir dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal itu demi terciptanya kondusivitas di tengah masyarakat.

Ketua Umum Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Noeri Ispandji Firman menyatakan, selama beberapa bulan terakhir, masyarakat sudah disuguhi persaingan kontestasi antar kandidat beserta simpatisannya.

Dalam perjalanannya, meski tidak sampai menimbulkan konflik , namun “serangan” yang dilancarkan kedua kubu tak jarang memanaskan suasana. Polarisasinyan sangat tinggi hingga efeknya sampai bergelut di dunia maya.

Alih-alih membaik, kondisi ini semakin memburuk pascapencoblosan yang dilakukan pada 17 April kemarin. Apalagi, ada pernyataan kemenangan yang dilakukan salah satu kandidat meski proses penghitungan manual oleh KPU masih dalam tahap awal.

“Yang disampaikan tokoh-tokoh politik di Jakarta, semakin menunjukkan kerawanan konflik. Ada yang mengklaim kemenangan, walaupun harusnya menjaga, nunggu (hitung manual) KPU,” kata Noeri di Bandung, Kamis (18/4).

Sontak hal ini kembali memancing riak-riak kegaduhan di tengah masyarakat. Padahal, pernyataan kemenangan ini belum pantas dilakukan.

Ia khawatir, pernyataan yang mengklaim kemenangan  menimbulkan konflik terbuka di tengah-tengah masyarakat khususnya pendukung kedua kandidat.

“Oleh karena itu, dia mengimbau seluruh masyarakat Jawa Barat khususnya kader AMS agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh hal apapun terkait politik,” katanya.

Siapapun presiden yang terpilih harus dihargai. Sebelum itu, semua pihak diminta menunggu proses dari KPU. Jika ada kader AMS yang terprovokasi hingga ikut melakukan pergerakan-pergerakan yang tak lazim.

Di tempat yang sama, kader senior AMS yang juga tokoh Jawa Barat, Tjetje Hidayat Padmadinata optimistis warga tatar Pasundan memiliki karakteristik yang baik termasuk dalam berpolitik.

“Jawa Barat warganya dewasa. Enggak ada ‘debat’ terbuka,” katanya.

Meski begitu, dia pun berharap tidak ada warga yang terpancing oleh informasi yang tidak akurat terutama menyangkut pemilu presiden.

“Yang patut kita tonjolkan adalah pemilih Jawa Barat dan tokoh-tokohnya ini baik. Sesuai dengan dengan moto AMS pakusarakan,” katanya. (azs)

Loading...

loading...

Feeds

Polri Wujudkan Kepedulian Lingkungan

POJOKBANDUNG.com, LEMBANG – Perwira Sespimma Polri angkatan 62 melakukan bakti sosial bedah rumah. Kegiatan sosial tersebut merupakan salah satu bentuk …
tmb

Bus TMB Akan Tambah Rute

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung akan menambah rute Trans Metro Bandung (TMB) yaitu Koridor 5, Antapani-Stasiun Hall. …
citatah

Citatah Siap Jadi Geopark Nasional

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menargetkan kawasan Citatah bisa menjadi Geopark Nasional pada 2020. Bahkan, menjadi salah …
bijb

Dua Maskapai Tinggalkan BIJB

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) ditinggalkan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink karena sepi penumpang. Gubernur Jawa …
rapbd

Pembahasan RAPBD 2020 Terhambat

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pembahasan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2020 Kota Bandung terkendala posisi pimpinan dewan definitif. “Jadi memang minggu lalu, …

Wujudkan Kepedulian Lingkungan

Perwira Sespimma Polri angkatan 62 melakukan bakti sosial bedah rumah. Kegiatan sosial tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan …
ekonomi

Kembangkan Ekonomi Digital Inklusif

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menjalin kerja sama dengan Grab Indonesia guna meningkatkan ekonomi digital inklusif yang …
dokter cilik

Siapkan Dokter Cilik Tanggap Bencana

POJOKBANDUNG.com, Tim Pengabdian Masyarakat Unjani menggelar pelatihan dokter cilik di tingkat SD di Kota Cimahi. Melalui kegiatan tersebut, dokter cilik …