Janji Palsu Pihak SMA Pelita Nusantara

PENDIDIKAN : Orang tua murid mengadukan ketidakpuasan mereka terhadap piha SMA Pelnus ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat di Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Kamis (18/4/2019). (Foto : istimewa)

PENDIDIKAN : Orang tua murid mengadukan ketidakpuasan mereka terhadap piha SMA Pelnus ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat di Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Kamis (18/4/2019). (Foto : istimewa)

Namun, lanjutnya, selama ini pihak yayasan selalu menolak untuk bertemu dengan orang tua murid. Sehingga ia pun terpaksa menunda pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dengan tujuan agar pihak yayasan mau menemui pihak KS.


“Tapi mereka malah memanfaatkan itu (penundaan pembayaran SPP) untuk alasan mengeluarkan anak kami. Akhirnya saya mengalah membayar SPP yang kami tunda pembayarannya agar anak kami bisa melanjutkan sekolah. Saya berpikirnya anak-anak sudah mendekati UAS kasihan kalau sampai tidak mengikuti ujian,” bebernya.

Dia menyesalkan permasalahan antara sekolah-yayasan dan orangtua malah berimbas kepada para siswa. Bahkan dia mengaku, meski pihaknya sudah melunasi SPP, namun tetap saja anaknya dikeluarkan. Parahnya lagi kedua siswa itu dikeluarkan dari barak tanpa ada pemeberitahuan.

“Saya rasa mereka semena-mena, apalagi hingga ada pengumuman yang tertempel di sekolah. Di situ ditulis mantan siswa dan orangtuanya dilarang masuk area sekolah. Jadi kami susah masuk meski untuk ambil barang pribadi yang tertinggal. Itu kan menyakitkan karena tidak manusiawi dan tidak mencirikan pengelolaan yang baik di lembaga pendidikan,” ungkapnya.

Apalagi, saat ini sudah mendekati akhir tahun ajaran 2018/2019. “Dimana mereka seharusnya bisa melaksanakan ujian akhir semester (UAS). Kami minta anak tidak diperlakukan diskriminatif seperti itu meski orangtua dinilai tidak sejalan dengan sekolah/yayasan. Kami lapor ke Disdik Jabar meminta perlindungan atas hak anak mendapat akses layanan pendidikan. Secara psikis anak kami juga tertekan,” jelasnya.

Dia mengaku, sebenarnya keterlambatan pembayaran SPP, selain karna ingin bertemu dengan ketua yayasan, hal itu juga sebagi bentuk atau respon dari tantangan ketua yayasan.

“Dulu ia (ketua yayasan) mengatakan, yang tidak sejalan dengan yayasan sekolah silahkan keluarkan anaknya. Waktu itu saya sudah jawab kami akan keluarkan anak kami asal pihak sekolah mau mengembalikan uang pangkal kami,” tandasnya.

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …