Janji Palsu Pihak SMA Pelita Nusantara

PENDIDIKAN : Orang tua murid mengadukan ketidakpuasan mereka terhadap piha SMA Pelnus ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat di Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Kamis (18/4/2019). (Foto : istimewa)

PENDIDIKAN : Orang tua murid mengadukan ketidakpuasan mereka terhadap piha SMA Pelnus ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat di Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Kamis (18/4/2019). (Foto : istimewa)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Niat menyekolahkan anak di sekolah yang layak, namun tidak sesuai harpan. Hanya kekecewan yang didapat. Itulah yang saat ini dirasakan keluarga Andi M Ridwan, yang merupakan orang tua murid dari Andi Rizki Al-Ghani R dan Erland Agung Yudha. Saat ini, kedua anak tersebut bersekolah di Sekolah Menengah Atas (SMA) Pelita Nusantara Kota Bandung.

Berawal dari pihak keluarga yang kerap menanyakan sejumlah fasilitas sekolah, pihak sekolah malah membalasnya dengan mengeluarkan anak didiknya, tanpa alasan yang jelas.

Pihak keluarga pun menduga, kedua anak mereka dikeluarkan lantaran ayahnya yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Sekolah (KS).

PENDIDIKAN : Orang tua murid mengadukan ketidakpuasan mereka terhadap piha SMA Pelnus ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat di Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi, Kamis (18/4/2019).

Menurut Andi, sejauh ini pihak sekolah beranggapan bahwa, pihak orang tua murid selalu berseberangan dengan yayasan Harapan Bangsa Indonesia Maju (HBIM) yang menaungi SMA Pelita Nusantara (Pelnus).

Bagaimana tidak, dengan biaya masuk sekolah yang mencapai Rp30 juta, serta iuran perbulan Rp3 juta itu, anakanak tidak mendapatkan fasilitas yang selayaknya.

“Sarana prasarana sejauh ini tidak sesuai dengan yang dijanjikan, bahkan toliet serta baraknya juga sangat kotor,” kata Andi, yang juga mewakili orang tua dari Erland Agung Yudha.

Kekecewannya tersebut langsung disampaikan ke pihak Kantor Cabang Dinas (KCD) wilayah VII, Dinas Pendidikan Jawa Barat, di SMKN 1 Cimahi, Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi.

Dalam kasus ini, lanjut dia, sebenarnya bukan dirinya dan orang tua Erland saja yang sejak lama ingin menanyakan fasilitas sekolah yang dijanjikan, tetapi hampir semua orang tua murid ingin menanyakan kejelasan fasilitas belajar serta fasilitas pendukung yang ada di sekolah. Sebab, untuk masuk ke sekolah tersebut mereka harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal.

“Untuk masuk ke sini (SMA Pelnus) kami harus bayar uang pangkal sebesar Rp30 juta-an. Jadi wajar jika kami menanyakan fasilitas yang diberikan kepada anak kami,” ujarnya.

loading...

Feeds

Anak Tito Jadi Korban Hoaks

Jagat media sosial sedang ramai membahas video perempuan muda dengan gaya hidup glamor. Turun dari pesawat pribadi, memamerkan tempat tinggal …