: Petugas Masjid Agung Cimahi Mengamati Rekaman Cctv.

Petugas Masjid Agung Cimahi mengamati rekaman cctv. 
IST

Petugas Masjid Agung Cimahi mengamati rekaman cctv. IST

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Peristiwa pencurian kotak amal Masjid Agung Kota Cimahi, di Jalan Kaum, Kota Cimahi, Senin (16/4/2019) sekitar pukul 19.00, terekam CCTV.


Dari rekaman CCTV, terlihat dua orang pria menjadi pelaku pencurian kotak amal dengan ukuran cukup besar yang disimpan di halaman dekat pintu gerbang.

Dua orang pria yang melakukan aksinya menggunakan motor itu berbagi peran. Seorang pria bertugas melihat kondisi sekitar, sedangkan seorang lagi mengeksekusi pencurian.

Saat kotak amal berhasil digondol, sebetulnya ada seorang jamaah yang melihat pelaku, namun bingung sehingga tidak langsung mengamankan keduanya.

Petugas Keamanan Masjid Agung Cimahi, Hariyanto, mengatakan, saat terjadi aksi pencurian tersebut situasinya memang sepi karena jamaah dan pengurus masjid tengah melaksanakan salat isya.

“Selain itu kotak amal yang dicuri juga disimpan di bagian belakang yang jarang dilewati jamaah, sedangkan kami lagi melaksanakan salat isya,” ujar Hariyanto saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (16/4/2019).

Setelah pengurus Masjid Agung melaksanakan ibadah sholat Isya, langsung mendapat laporan dari jemaah bahwa kotak amal tersebut dicuri, kemudian pengurus melakukan pengecekan ke lokasi dan memeriksa CCTV.

“Setelah itu kami langsung membuat laporan ke Polsek Cimahi dan laporannya sudah ditindaklanjuti, semoga pelaku bisa segera tertangkap,” katanya.

Ia mengatakan, kotak amal yang telah dicuri itu sudah 6 hari tidak dibuka, namun Hariyanto mempredisi jumlah uang yang ada di dalamnya diperkirakan tidak akan terlalu banyak.

Kejadian pencurian kotak amal ini, lanjutnya, bukan hanya kali ini saja, tetapi sudah tiga kali terjadi. Namun pencurian kali ini terbilang nekat karena kotak amalnya yang dibawa pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Cimahi, AKP Nana Supriatna, mengatakan, pihaknya sudah mendapat laporan terkait pencurian tersebut dan langsung melakukan penyelidikan dengan mengecek tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

“Betul kami masih melakukan penyelidikan, tapi waktunya terkendala pengamanan pesta demokrasi (Pemilu) 2019. Tapi ada CCTV, jadi bisa membantu menelusuri pelaku,” katanya.

(dan)

Loading...

loading...

Feeds