93,2 Warga Rasakan Manfaat PKH

MEMAPARKAN: Menteri Sosial, Agus Gumiwang S fokus mendengarkan penjelasan hasil survei independen MicroSave Consulting. (foto : IST)

MEMAPARKAN: Menteri Sosial, Agus Gumiwang S fokus mendengarkan penjelasan hasil survei independen MicroSave Consulting. (foto : IST)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Berdasarkan hasil survei Independen MicroSave Consulting, sebanyak 93,2 persen Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) puas terhadap program Kementerian Sosial.


Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, berdasarkan hasil survei, sebanyak 74 persen responden menggunakan dana bansos PKH untuk pembelian peralatan sekolah, 67 persen untuk biaya sekolah, 58 persen untuk biaya trasportasi ke sekolah, 54 persen untuk membeli makanan tambahan, 42 persen biaya ekstrakulikuler sekolah dan 33 persen untuk biaya masuk sekolah di tahun ajaran baru.

“Sudah 86 persen KPM mengetahui bahwa bansos ini merupakan program prioritas pemerintah pusat,” ujar Agus di Bandung, Senin (15/4).

Selain itu, lanjutnya, sebanyak 77 persen KPM menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk berbagai transaksi perbankan dan 23 persen menggunakan untuk tarik tunai bansos PKH. Berdasarkan hasil survei juga ditemukan ada 18 persen KPM PKH tidak melakukan pencairan dana sekaligus.

“Hal ini menunjukkan perilaku menabung dan upaya mendorong keuangan inklusif untuk rakyat miskin telah menunjukkan hasil positif,” tuturnya.

Dari sisi pendampingan, sebanyak 79 persen KPM PKH telah mendapatkan sesi Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) secara regular setiap bulannya.

Agus mengatakan, hasil survei ini bersifat independen dan dapat berlangsung berkat dukungan dari BMGF dan mitra kerjanya di Indonesia yakni MicroSave Consulting (MSC) dan difasilitasi Inke Maris & Associates (IMA).

Sebagai informasi, responden untuk survei yang dilakukan adalah 2.903 dengan 1.466 KPM PKH dan 1.437 dari kontrol group (non-KPM PKH), serta ditambah 25 In-depth interview.(arh)

Loading...

loading...

Feeds