KITRA Kritik Ajakan Prabowo Terapkan Sistem Pemerintahan Cina Komunis

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) bertekad akan menyadarkan para koruptor dari jalan kesesatan, Jumat (29/3).

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) bertekad akan menyadarkan para koruptor dari jalan kesesatan, Jumat (29/3).

POJOKBANDUNG.com – Berkat perlindungan Allah SWT, paham komunis beserta Partai Komunis Indonesia telah gagal total dalam mencengkeramkan kekuasaannya.


Namun sangat disayangkan, adanya pernyataan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, dalam debat capres kelima yang mengajak rakyat Indonesia membangun Indonesia dengan ‘Sistem Komunis Cina’. Sikap Prabowo tersebut dapat dikategorikan sebagai pengkhianatan nyata kepada Umat Islam, melukai rasa kemanusiaan/keadilan dan Ukhuwah Islamiyah.

Hal tersebut diungkapkan, Presidium KITRA TNI POLRI, MD. Ridha dalam rilisnya kepada Pojokbandung, Sabtu (14/4/2019). Ia mengatakan, bahwa sebagai bentuk solidaritas Umat Islam di seluruh dunia mengutuk kebiadaban rezim komunis Cina yang membantai jutaan Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang.

Selama beberapa dekade muslim Uighur, kata dia, sebagai bagian rakyat Cina terus diburu, dibantai pemerintah China. Ratusan ribu umat Islam dipenjara dan disiksa dikamp-kamp tersembunyi.

“Ratusan ribu anak anak muslim berada dikamp konsentrasi, sementara Prabowo membanggakan dan menjanjikan penerapan pemerintahan komunis Cina bila terpilih. Dan ini jelas melanggar fakta Integritas Ijtima’ Ulama Point 9,” tandasnya.

Menurut dia, bahwa ajakan Prabowo membangun Indonesia dengan meniru gaya komunis Cina merupakan bukti pengkhianatan Prabowo atas Fakta integritas (Siap menjaga amanat TAP MPRS No. 25/1966 untuk menjaga NKRI dari ancaman komunisme serta paham-paham yang bisa melemahkan bangsa dan negara lainya) yang telah ditanda tangani dihadapan para ulama.

“Tidak hanya membanggakan sistem komunis cina, Prabowo menjanjikan penerapan sistem pemerintahan komunis cina bila berkuasa,” tandasnya.

Fakta ini, lanjut dia, diperparah oleh Prabowo dan anteknya yang berulang kali melecehkan dan merendahkan institusi TNI demi keuntungan politis, dimana perilaku ini ciri utama Komunis yang pernah bercokol di Indonesia.

Maka

sebagai bentuk tanggung jawab moral menjaga dan mengantisipasi kembalinya kebiadaban Komunis dan Orba, Koalisi Untuk Kesejahteraan TNI POLRI (KITRA) menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Meminta Ulama yang tergabung dlm Ijtima’ ulama segera mencabut dukungannya yang telah terbukti dikhianati.

2. Menyerukan kepada ummat Islam untuk bersatu melawan pendukung pemerintahan Komunis cina yang melakukan pembantaian umat Islam di Cina.

3. Meminta Umat Islam dan bangsa Indonesia tidak terpedaya oleh hoaks dan fitnah dari Komunis berbulu Orba.

(azs)

Loading...

loading...

Feeds