Edi Kanedi : Waspada Lawan Politik

AKRAB : Meski sibuk dengan pekerjaannya, Calon Anggota Legislatif DPRD Kota Cimahi, Edi Kanedi (tengah), tetap menyempatkan waktunya untuk berdiskusi dengan warga. 
(foto:  WHISNU PRADANA/RADAR BANDUNG)

AKRAB : Meski sibuk dengan pekerjaannya, Calon Anggota Legislatif DPRD Kota Cimahi, Edi Kanedi (tengah), tetap menyempatkan waktunya untuk berdiskusi dengan warga. (foto: WHISNU PRADANA/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI- sudah jadi risiko seorang anggota wakil rakyat kehilangan momen bersama keluarga. Ditambah lagi jika masuk musim politik seperti sekarang.


Selain itu, tuntutan kerja yang berat, mengharuskan para wakil rakyat ini pandai membagi waktunya, baik bagi keluarga, kerabat hingga para konstituen yang harus diperjuangkan.

Akan tetapi, tidak bagi politisi dari Partai Demokrat Cimahi, Edi Kanedi. menghadapi Pileg 2019, Edi Kanedi yang juga anggota Komisi IV DPRD Kota Cimahi, tetap berupaya memenuhi kewajibannya sebagai wakil rakyat.

Ketua Fraksi Partai Demokrat itu belakangan memang tengah disibukkan ‘menjajakan’ diri agar kembali dipilih sebagai anggota DPRD periode 2019-2024.

“Semua anggota dewan yang mencalonkan lagi, punya kesibukkan yang sama. Antara kampanye dan tugas legislasi. Tapi porsinya harus berimbang, jangan berat sebelah, apalagi terlalu fokus kampanye,” ujar Edi saat ditemui di Kantor DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita, Rabu (10/4/2019).

Selama membagi tugas itu pula, dia tetap menerima masyarakat termasuk konstituennya siang dan malam, bukan hanya membutuhkan dukungan dan suaranya saja.

“Memang membutuhkan dukungan dan suara masyarakat, tapi bukan berarti hanya azas manfaat. Kita tetap terima masyarakat sebaik mungkin, bahkan menumbalkan waktu bersama keluarga,” bebernya.

Caleg yang akan bertarung di Dapil 3 Kota Cimahi itu rutin melakukan dengan keluhan masyarakat, temu warga, sekaligus momen masyarakat meminta timbal balik dari calegnya. Itu sah-sah saja, karena sama-sama membutuhkan,” ucapnya.

Peta pertarungan nanti, dirinya mewaspadai rekan-rekan caleg lainnya terutama yang incumbent mengingat sudah memiliki basis pemenang dan memahami kebutuhan rakyat.

“Tapi ada juga yang menjual janji bohong, misalnya membuat kontrak politik padahal tidak mungkin direalisasikan. Itu bulshit. Atau ada yang melakukan serangan negatif lainnya, ya tinggal kita lihat peran Bawaslu seperti apa,” terangnya.

Selain berkampanye, selama menyambangi masyarakat dia juga kerap mensosialisasikan tata cara pencoblosan pada masyarakat terutama lansia, mengingat masih banyak yang belum terjamah oleh sosialisasi KPU.

“KPU ini saya rasa tidak optimal peran sosialisasinya. Masih banyak masyarakat yang kebingungan dan tidak paham cara mencoblos. Seharusnya mereka lebih gencar lagi, apalagi pencoblosan kan sisa seminggu lagi,” tandasnya.

(dan)

Loading...

loading...

Feeds