DJP Jabar I Bidik Raihan Pajak Rp34,79 Triliun

Kakanwil DJP Jabar I Neilmaldrin Noor

Kakanwil DJP Jabar I Neilmaldrin Noor

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Industri pengolahan khususnya tekstil dan produk tekstil (TPT), menjadi kontribusi besar terhadap penerimaan pajak. Guna mendukung trend positif tersebut KPP Madya Bandung melakukan sejumlah program untuk mempermudah pelaku usaha dalam pembayaran pajak.


Kepala Kanwil DJP Jawa Barat 1, Neilmaldrin Noor mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan pendapatan pajak sebesar Rp 34,79 triliun. Dari angka tersebut, KPP Madya Bandung menjadi salah satu andalan dengan raihan pajak sebesar Rp 13,4 triliun atau 38,7 persen dari total keseluruhan.

“Kami terus melakukan pembinaan dan pengawasan dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak para pengusaha,” ujarnya ditemui dalam Tax Gathering KPP Madya Bandung, di Trans Convention Center, Rabu (10/4).

Makin meningkatnya pendapatan yang diraih, KPP Madya Bandung juga melakukan sejumlah perubahan yang diwujudkan dengan Reformasi Perpajakan.
Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain joint program dengan Bea Cukai diantaranya joint analysis dan operation.

“Kami buatkan yang namanya UMKM bisnis development untuk mendekatkan diri UMKM dengan pajak yang selama ini jarang mereka sentuh,” terangnya. Program ini dilakukan karena menurutnya secara psikologis para pelaku usaha kecil menengah jauh dengan otoritas pajak sehingga ini bisa dijadikan jembatan antar UMKM dan otoritas pajak.

Pada kesempatan yang sama KPP Madya Bandung juga memberikan penghargaan kepada wajib pajak dengan kontribusi terbesar. Neil menilai penghargaan ini sebagai contoh agar badan perusahaan lain bisa terpacu untuk memberikan kontribusi yang sama besarnya. Pada penerimaan tahun ini ia mengatakan masih ada wajib pajak yang nakal atau tidak tepat aturan hanya saja itu merupakan kategori baru sehingga masih perlu diberikan sosialisasi lebih lanjut.

“Sejauh ini cukup baik penerimaan dari para wajib pajak. Persentase 22 persen itu lebih baik dibandingkan tahun lalu. Untuk wajib pajak nakal itu sebenarnya yang baru, tapi kami akan terus menjalankan fungsi perbaikan semaksimal mungkin,” tuturnya.

Badan perusahaan dengan wajib pajak kontribusi terbesar diraih oleh PT Telekomunikasi Indonesia, TBK, Kaldisan Nabati Indonesia, Profesional Telekomunikasi Indonesia, Indolakto, PT KAI, Bank BJB, Bio Farma, Eigerindo Multiproduk Industri, Multi Garmenjaya, dan Medion Ardika Bakti. (fid)

Loading...

loading...

Feeds