Hoefsmidschool di Kota Cimahi Masih Kokoh

Bangunan bersejarah Hoefsmidschool atau Sekolah Ladam Kuda yang dipersiapkan garnizoen Belanda di Jalan Baros, Kota Cimahi, Selasa (9/4/2019).Banyak bangunan heritage di Kota Cimahi terbengkalai. Padahal bangunan tersebut menyimpan nilai sejarah sebab dibangun sejak zaman penjajahan Belanda. 
(foto: WISNU PRADANA/RADAR BANDUNG)

Bangunan bersejarah Hoefsmidschool atau Sekolah Ladam Kuda yang dipersiapkan garnizoen Belanda di Jalan Baros, Kota Cimahi, Selasa (9/4/2019).Banyak bangunan heritage di Kota Cimahi terbengkalai. Padahal bangunan tersebut menyimpan nilai sejarah sebab dibangun sejak zaman penjajahan Belanda. (foto: WISNU PRADANA/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Salah satu bangunan heritage di Kota Cimahi ditemukan terbengkalai. bangunan bersejarah itu akhirnya muncul dari balik ruko milik warga yang ada di Jalan Baros, tepat di seberang Pusdik Armed.


Menurut hasil penelusuran komunitas pegiat bangunan bersejarah serta sumber lainnya, bangunan itu, sekolah ladam kuda bernama Hoefsmidschool. Sekolah khusus pendidikan pengurus kuda. Konon, saat itu Belanda membutuhkan tenaga kuda untuk menggerekkan meriam maupun sebagai tunggangan pasukan kavaleri di medan perang.

Sementara kuda-kuda dikandangkan di istal (kandang) yang berada di Komplek Basis, Jalan Terusan Jenderal Sudirman. Lokasi tempat ini terlihat dalam peta Tjimahi yang diterbitkan pada tahun 1940.

yang dipersiapkan garnizoen Belanda sekitar tahun 1930-an, masih berdiri gagah meskipun puluhan tahun ditutup bangunan lainnya sehingga keberadaannya terasingkan.

“Di zaman itu artileri masih ditarik oleh kuda, karena bobotnya yang sangat berat. Artileri itu digunakan oleh para prajurit Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL) untuk latihan di Gunung Bohong atau ke medan pertempuran,” ujar Ketua Komunitas Tjimahi Heritage, Machmud Mubarok, Selasa (9/4/2019).

Keberadaan Hoefsmidschool itu juga untuk menunjang kekuatan Depot Mobile Artilerrie (markas besar artileri) yang berada di Jalan Baros, mengingat Cimahi dijadikan sebagai garnizoen militer Infatri Batalion 4 dan 9e.

“Di sekolah kuda itu para pasukan dilatih untuk membuat ladam kuda, memandikan, dan memberi makan kuda. Rumputnya itu berasal dari Grassland atau kebun rumput yang berada di Brigif atau Unjani,” ucap pria yang karib disapa Mac.

Keberadaan Hoefsmidschool, ujar Mac, sebenarnya masih berdiri pasca Konvensi Meja Bundar, namun tak digunakan lagi oleh TNI. Sedangkan di zaman Jepang, bagian depan sekolah ladam kuda digunakan sebagai dapur umum.

Loading...

loading...

Feeds