Longsor dan Pergerakan Tanah Terjang Cipatat

MEMBERSIHKAN: Salah seorang petugas BPBD KBB sedang membersihkan puing-puing bekas longsor di kecamatan Cipatat, kemarin.

MEMBERSIHKAN: Salah seorang petugas BPBD KBB sedang membersihkan puing-puing bekas longsor di kecamatan Cipatat, kemarin.

POJOKBANDUNG.com, CIPATAT – Intensitas curah hujan yang tinggi membuat sejumlah wilayah di Bandung Barat mengalami bencana pergerakan tanah tanah longsor.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat pada Minggu (7/4/2019) telah terjadi dua kejadian yakni longsor dan pergerakan tanah di Desa Citatah, Kecamatan Cipatat.

Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo melalui petugas lapangannya, Rudi Wibiksana dan Tatang Garnita mengatakan longsor terjadi di Jalan Provinsi, Kampung Cibogo RT 3/4, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, menimpa satu bangunan yang dihuni oleh satu kepala keluarga.

“Longsor terjadi pada tebing di Jalan provinsi pukul 01.00 wib dan menimpa bangunan rumah sekaligus warung milik Agus (61) dan istrinya, Eriah (52). Saat longsor Eriah sedang tidur sehingga dia mengalami luka ringan dengan memar di bagian punggung. Korban mengungsi di rumah putranya,” katanya di Ngamprah, Senin (8/4/2019).

Bukan hanya bencana longsor, ada pula bencana pergerakan tanah menurut Rudi yang terjadi di Kampung Cilimus RT 3/14, Desa Citatah yang berdampak pada delapan rumah serta mengancam enam rumah.

“Kami sudah cek lokasi dan memasang rambu peringatan. Alhamdulillah tak ada kejadian hal yang negatif dalam pergerakan tanah ini,” katanya.

Sebelumnya, pada Jumat (5/4/2019) di Desa Karyamukti, Kecamatan Cililin, terjadi longsor dan jembatan putus yang mengakibatkan terputusnya akses jalan antardesa. Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dicky Maulana mengatakan BPBD di bawah kordinator Sekretaris Daerah, Asep Sodikin telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bandung Barat.

“Jembatan yang putus akan diperbaiki oleh PUPR dan ada SD yang rusak satu lokal itu nanti diperbaiki oleh Disdik. Sedangkan kami penanganannya hanya pada kejadian saja,” katanya di kantornya, Senin (8/4/2019).

Sampai saat ini, kata Dicky, BPBD masih belum meningkatkan status bencana yang masih tetap di status siaga sampai 31 Mei. “Kemarin kami sudah turunkan beko (mobil pengeruk) agar jalan yang tertutup longsor bisa dilalui warga. Kami juga perkirakan kerugian dari bencana di Karyamukti, Kecamatan Cililin untuk jembatan Rp 500 juta dan total keseluruhan bencana longsor yang di Cillilin itu Rp1 miliar termasuk SD yang rusak,” ujarnya.

Selain itu, Dicky mengaku pihaknya telah mengirimkan logistik pangan bersama Dinas Sosial KBB, seperti makanan siap saji, mi instan, air mineral, dan bumbu-bumbu, serta ada pula beras dari Dinsos.

“Alhamdulillah tak ada korban jiwa dan tak ada yang mengungsi. Untuk bangunan yang rusak berat di Karyamukti ada 14 rumah dan di Nangerang ada 7 rumah. Semua itu kerusakannya 70 persen,” katanya.

(bie)

loading...

Feeds

Kritik Rekam Jejak Pansel Capim KPK

Catatan kurang sedap mengiringi perjalanan Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019-2023. Mencuat jejak rekam (track …
SIMBOLIS : Peresmian secara simbolis monumen Gor Sasakawa yang dibangun di Jalan Padjadjaran, Bandung, disaksikan langsung oleh Sekjen KKI Pusat, Ketum Forki Jabar, Wali Kota Cimahi, Wakil Wali Kota Cimahi, Kasubdisbinor Disjasad, Ketum Forki Kota Cimahi dan pengurus, serta perwakilan pengurus perguruan-perguruan yang ada di Cimahi.

Kuatkan Tali Persaudaraan

CIMAHI – Keluarga besar Vira Prakarsa Yudha Sawa Dojo, Kushinryu M Karatedo Indonesia (KKI) melaksanakan buka puasa bersama dengan 400 …