Truk Jadi Biang Kemacetan Cimahi Bunderan Leuwigajah

PADAT : Arus lalu lintas di kawasan bunderan Leuwigajah terhambat akibat masih banyaknya truk yang keluar bukan pada jam operasionalnya. (foto :m WHISNU PRADANA/RADAR BANDUNG)

PADAT : Arus lalu lintas di kawasan bunderan Leuwigajah terhambat akibat masih banyaknya truk yang keluar bukan pada jam operasionalnya. (foto :m WHISNU PRADANA/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sudah menjadi pemandangan biasa jika melintas di kawasan bunderan Leuwigajah. Disana akan nampak antrean panjang kendaraan dari berbagai arah.


Ratusan bahkan ribuan kendaraan mengular, terutama pada jam-jam sibuk. ‘Jadwal’ rutin kemacetan yang terjadi di ruas jalan penghubung tiga wilayah itu terjadi pada pagi hari mulai pukul 06.30 WIB sampai 09.00 WIB, dan pukul 16.00 WIB sampai 19.00 WIB.

Faktor yang menjadi penyebab kemacetan tersebut adalah truk bertonase besar yang beroperasi di jam-jam sibuk. Padahal ada aturan mengenai jam operasional truk-truk tersebut.

“Sebetulnya karena kendaraan besar ini beroperasi tidak pada waktunya. Kalau jam operasionalnya pagi juga kan jadi menambah parah kemacetan,” ujar Dadang Mulyana, Ketua RW 05 Kelurahan Leuwigajah, saat ditemui, Minggu (7/4/2019).

Menurutnya, kehadiran petugas Dinas Perhubungan atau pihak kepolisian untuk mengatur lalulintas di Leuwigajah sangat membantu, namun keadaan akan berbeda jika petugas berwenang tidak hadir.

“Kalau ada petugas Dishub atau polisi itu minimal teratur, tapi parah kalau tidak ada. Dan sekitar seminggu belakangan ini tidak ada petugas Dishub, jadi truk itu seenaknya. Intinya kami minta petugas Dishub standby di Leuwigajah, hanya di jam-jam tertentu saja,” tegasnya.

Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ranto Sitanggang, mengakui jika pengemudi truk bertonase besar kerap melanggar aturan jam operasional.

“Memang masalah di bundaran dan jembatan Leuwigajah karena truk besar seenaknya lewat, padahal ada aturan. Jadi ini masalah berulang. Lebih ke budaya dan tidak adanya kesadaran dan disiplin pengemudi maupun pemilik pabrik di Cimahi Selatan,” kata Ranto.

Menurutnya, upaya sosialisasi dengan pemberian surat edaran juga tidak terlalu efektif. Berbeda dengan hadirnya petugas di lapangan, keadaan lebih terkendali.

“Memang tidak efektif kalau hanya preventif dengan sosialisasi. Kita pertimbangkan melakukan kegiatan represif dengan razia dan penertiban. Sekarang belum bisa dirutinkan, tapi kalau kondisi semakin parah ada kemungkinan petugas standby,” bebernya.

Saat ini, kata Ranto, keterbatasan petugas Dishub yang bisa diterjunkan ke lapangan jadi salah satu kendala. Belum lagi, sering ada konsentrasi petugas Dishub jika ada kegiatan yang lebih penting.

“Kadang ada pemusatan petugas pada kegiatan-kegiatan lainnya, misalnya menjelang pemilu dan rekayasa lalulintas. Akan tetapi, dengan realitas yang terjadi di lapangan, kami akan mencoba menempatkan dan memaksimalkan kembali petugas walaupun terbatas,” tandasnya.

(dan)

Loading...

loading...

Feeds

BP JAMSOSTEK Sambut Bulan K3 Nasional

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Indonesia memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional pada tanggal 12 Januari sampai dengan 12 Februari setiap tahunnya. …