Terendam Banjir, Ratusan Warga Kabupaten Bandung Ngungsi

(foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)
EVAKUASI: Warga mengevakuasi barang -barang berharga ditengah Banjir di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (4/4/2019).

(foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG) EVAKUASI: Warga mengevakuasi barang -barang berharga ditengah Banjir di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (4/4/2019).

POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH – Ratusan warga ditiga kecamatan di Kabupaten Bandung meliputi Baleendah, Andir dan Dayeuhkolot mengungsi. Banjir dari luapan Sungai Citarum kembali merendam pemukiman dan areal pesawahan. Ketinggian air rata-rata mencapai dua meter.


Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Sudrajat meyebutkan, sebanyak 286 jiwa meninggalkan rumah dan kembali pengungsian akibat banjir.

“Kamis dini hari luapan air Sungai Citarum kembali menggenangi tiga kecamatan di Kabupaten Bandung,” kata Sudrajat saat di konfirmasi, Kamis (4/4/2019).

Sudrajat menyebut, jumlah pengungsian masih kemungkinan akan bertambah lantaran hujan masih terus turun. Bahkan dibeberapa wilayah ketinggian air semakin tinggi.

“Pengungsi saat ini masih terus berdatangan,” ujarnya.

Sudrajat menuturkan, saat ini ketinggian air bervariasi dari ketinggian 180 centimeter hingga dua meter lebih. Wilayah yang terparah digenangi air di wilayah Kecamatan Andir.

“Intensitas hujan masih tinggi, ” ucapnya.

Selain merendam pemukiman, banjir juga menggenangi areal pesawahan di Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Belasan hektare sawah mengalami gagal panen. Padahal waktu panen tinggal menghitung hari.

Salah seorang petani Agus (46) menuturkan, sawahnya sudah tergenang air banjir selama dua hari. Ia pun yakin padi miliknya akan gagal panen.

“Sudah dua hari terendam air, kalau gini terus padi bisa busuk,” imbuhnya.

Agus meyebutkan, sawah yang terendam banjir mencapai 12 hektar dengan rata-rata ketinggian air di atas 50 centimeter.

“Ini bukan punya saya semua. Tapi, punya beberapa petani,” jelasnya.

Dia memperkirakan, kerugian akibat gagal panen tahun ini bisa mencapan ratusan juta rupiah dari seluruh sawah. Karena, kata dia, setiap satu meter sawah mengeluarkan modal mencapai Rp500 ribu.

“Ya mudah-mudahan setengahnya bisa di panen,” pungkasnya.

(ipn)

 

 

Loading...

loading...

Feeds