Program JKN-KIS Buka Akses Layanan Kesehatan bagi Warga Tak Mampu

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Nia Nindhiawati

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Nia Nindhiawati

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Nia Nindhiawati (42) adalah seorang ibu rumah tangga yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial. Pekerjaannya mengharuskan Nia berkutat dengan penanganan masyarakat fakir miskin, terutama dalam hal penjaminan sosial yang mereka dapatkan, termasuk di bidang kesehatan. Ia menganggap, keberadaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah membuka akses pelayanan kesehatan bagi lapisan masyarakat yang sebelumnya tak tersentuh.

“Program JKN-KIS ini membawa begitu banyak perubahan. Dulu orang tidak mampu enggan berobat ke fasilitas kesehatan karena takut terkendala biaya. Banyak yang lebih memilih pengobatan alternatif yang berbiaya murah, padahal belum tentu terbukti secara medis mampu menyembuhkan penyakitnya,” ucap Nia yang ditemui usai kegiatan Evaluasi dan Strategi Pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di Wilayah Kabupaten Bandung bersama Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama, Kamis (4/4).

Sampai dengan 1 Maret 2019, jumlah peserta JKN-KIS di Kabupaten Bandung telah mencapai 2.675.418 jiwa dari total penduduk Kabupaten Bandung yang berjumlah 3.530.985 jiwa. Dengan demikian, setidaknya sudah 75,76 persen jiwa yang ter-cover Program JKN-KIS. Menanggapi hal tersebut, Nia mengungkapkan jika untuk mewujudkan Cakupan Kesehatan Semesta di wilayah tersebut, masih membutuhkan proses panjang.

“Ini tugas kita bersama, bukan hanya BPJS Kesehatan saja. Untuk itu, diharapkan dukungan stakeholder terkait agar perjalanan Program JKN-KIS bisa berjalan dengan lancar, baik di tingkat nasional maupun di lingkup daerah. Berbagai gagasan harus disatukan dan pemahaman harus diselaraskan sehingga tercapai sinergi yang optimal,” kata Nia dalam forum komunikasi yang dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut.

Menurutnya, meski program jaminan kesehatan ini telah membawa dampak besar bagi sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, namun perlu ada langkah penyempurnaan di berbagai aspek agar layanan yang diterima masyarakat bisa semakin maksimal. Ia pun berharap Program JKN-KIS bisa terus berjalan berkesinambungan memberikan manfaat jaminan pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi bagi seluruh penduduk Indonesia.

(apt)

Loading...

loading...

Feeds