Wow…Kostum Film Box Office Indonesia Dipamerkan di Bandung, Seperti Dilan 1991

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG -Untuk memperingati Hari Film Nasional ke-69 yang jatuh pada 30 Maret 2019, Badan Perfilman Indonesia bekerjasama dengan Pusbang Film, menyelenggarakan serangkaian acara.


Salah Satunya adalah Film Art Exhibition 2019 di Atrium 32, Pasir Kaliki Shoping Center, Bandung. “Acara ini akan digelar mulai 27 Maret-31 Maret 2019. Dengan tema Fim Indonesia keren,” ujar Penggagas dan Kreatif Direction Film Art Exhibition 2019, Celerina Judisari.

Dalam pameran ini, dipajang kostum yang dipakai dalam film film box office Indonesia, seperti Dilan 1991, Warkop Reborn, Soekarno, dan Pengabdi Setan.

“Kami sengaja menampilkan kostum yang dipakai di film-film tersebut, karena kostum merupakan salah satu hal paling penting dalam sebuah film,” ujar‎ Perempuan yang akrab disapa Ayi ini.

Ayi mengatakan, kenapa dipilih Bandung sebagai salah satu tempat rangkaian acara peringatan HFN ke 69, karena di Bandung antusiasme warga dalam menonton film lokal sangat tinggi.

Senada dengan Ayi, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI), Chand Parwez mengatakan, sekarang perkembangan film lokal di Indonesia sangat baik.

“Bahkan dari tahun ke tahun, peminat film Indonesia lebih banyak ketimbang film Amerika,” katanya.

Bahkan, lanjut Chand, tahun ini, posisi film Indonesia sampai 58 % dibanding film lain. Dengan penonton sekitar 47 juta penonton.

“Bahkan saat pemutaran Film Dilan, hampir semua bioskop menanyakan filmDilan di semua studio,” katanya.

Sayangnya, Chand mengatakan perizinan dan modal yang harus keluarkan untuk syuting di Kota Bandung sangat sulit.

“Di Bandung, untuk syuting beda lokasi beda juga biaya dan izinnya. Tidak seperti di New York, di sana sekali izin dan sekali bayar, kita bisa syuting di mana saja,” kata Chand.

Chand sangat menyayangkan hal ini, karenabertujuan w sebenarnya potensi di Bandung itu sangat besar. Baik dari segi lokasi, maupun orang-orang yang ada di dalamnya.

Karenanya, Chand berharap ada kolaborasi yang baik antara pemerintah sebagai pemangku kebijakan dengan orang-orang di dunia perfilman.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds