Arus Bawah Jokowi Siap Kawal TPS

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) sekaligus Ketua Arus Bawah Jokowi (ABJ), Michael Umbas. Foto: Azzis Zulkhairil

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) sekaligus Ketua Arus Bawah Jokowi (ABJ), Michael Umbas. Foto: Azzis Zulkhairil

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) sekaligus Ketua Arus Bawah Jokowi (ABJ), Michael Umbas. Foto: Azzis Zulkhairil Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) sekaligus Ketua Arus Bawah Jokowi (ABJ), Michael Umbas. Foto: Azzis Zulkhairil

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mengawal jalannya pemilihan presiden, pada 17 April mendatang, Arus Bawah Jokowi menggelar konsolidasi tim gerak ke TPS Kota Bandung. Kegiatan tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi kecurangan saat pencoblosan.


Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) sekaligus Ketua Arus Bawah Jokowi (ABJ), Michael Umbas mengatakan, pihaknya akan mengawal jalannya pemilu Pilpres 2019 dan memastikan para pendukung paslon 01 untuk benar-benar datang ke TPS.

“Kami berupaya memastikan semakin banyak pendukung Pak Jokowi yang benar-benar datang ke TPS karena kunci kemenangan itu adalah pada saat kehadiran di TPS dan menyalurkan hak suara dan kemudian mengawal hasil Pilpres,” ungkap Michael di Bandung, Kamis (28/3).

Ia menjelaskan, selain menggiring para relawan untuk ikut datang ke TPS, pihaknya juga akan melapisi dengan saksi-saksi yang sudah di siapkan untuk mengawal dan mengawasi jalannya pencoblosan.

“Selain partai, relawan juga diminta untuk ikut mengawal suara di TPS oleh karena itu kami akan melapisi saksi-saksi,”ungkapnya.

Belajar dari pilkada Jawa Barat pada tahun 2018 lalu, ia telah memetakan bagaimana cara mempercayakan suara untuk paslon nomor urut 01 kepada para swing voters untuk menentukan pilihannya ke pasangan Jokowi-Ma`ruf Amin.

“Tren positif, karena yang kita kejar kemarin dalam meyakinkan undicided voters. Pemilih Pak Prabowo kan sudah pasti fix di angka itu tapi yang undicided voters sini kan sudah mulai terjadi perubahan pasca debat dan kampanye terbuka,”kata Michael.

Dengan peta tersebut dirinya dapat memetakan kembali dengan mengatur mesin partai untuk meraih suara lebih terutama pada swing voter jika berkaca di Pilkada Jawa Barat 2018 lalu.

“Disamping mesin partai, relawan dan tim khusus yang dibentuk oleh partai dengan TKN dan TKD itu juga bergerak simultan, jadi tidak tidak akan memberikan celah dan justru menjadi pembelajaran yang baik dari hasil pilgub kemarin,” pungkasnya.

(azs)

Loading...

loading...

Feeds