Mahasiswa Unpad dan Unisba Digembleng untuk Cintai Indonesia

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Bela Negara Ditjen Pothan Kemhan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Bela Negara lingkup pemukiman T.A 2019, bersama Komisi I DPR RI Brigjen Pol (Purn)Drs. Timbul Manurung serta Kolonel Arh Luhkito Iswanto, St ,MSI Ditjen Pothan Kemhan mewakili Dirjen Pothan Kemhan Arh Luhkito Iswanto, menegaskan bahwa Pancasila adalah ideologi yang hidup di tengah-tengah masyarakat.


Sebagai ideologi yang hidup, Pancasila benar-benar dicintai masyarakat. Karena itu masyarakat mau berkorban untuk memiliki ideologi yang sangat kuat untuk Indonesia.

“Kita akhirnya membela Indonesia. Bisakah kita membela Indonesia kalau kita tidak cinta pada Indonesia, kalau kita mencintai negeri kita, pasti kita akan bela. Dengan rasa cinta, pasti kita akan membela apa yang kita cintai,”kata Kolonel Arh Luhkito Iswanto, ST., MSi.     Direktorat Bela Negara Ditjen Pothan Kemham dalam Sosialisasi Kegiatan Bela Negara Lingkup Pemukiman di Jawa Barat T.A 2019 di Grand Tebu Hotel, jalan Martadinata no.207.Bandung, Rabu (27/3).

Kegiatan yang diikuti peserta mahasiswa fakultas hukum dari Unpad dan Unisba Bandung, Luhkito Iswanto menjelaskan, sejak awal, Pancasila adalah ideologi yang membuat kita semakin mencintai Indonesia.Untuk itu, dia menekankan pentingnya untuk mengenal Indonesia.

“Dengan mengerti tentang keseluruhan Indonesia baik geografi, demografi, sejarah dan potensinya, maka kita akan cinta pada Indonesia,”ucapnya.

Ditambahkan oleh Anggota Komisi I DPR Ri Brigjen Pol (Purn) Drs. Timbul Manurung mengungkapkan sejarah lahirnya bela negara yaitu melalui Keppres No. 28 Tahun 2006 tentang Hari Bela Negara. Keppres ini untuk mengingatkan bagaimana para pendiri bangsa cinta pada Indonesia dan melakukan segala upaya membela Indonesia pada waktu lalu.

“Para pendiri bangsa memberi contoh dan teladan bagaimana membela Indonesia tanpa memandang kepentingan kelompok, golongan, perbedaan latar belakang politik, suku, agama,” katanya.

Sejarah tentang bagaimana pendiri bangsa mencintai dan membela Indonesia, lanjut Timbul, akan berulang pada generasi-generasi berikutnya. Mencintai dan membela Indonesia dari segala bentuk ancaman dari dalam maupun luar negeri oleh para pendiri bangsa pada masa lalu, sekarang pun bisa terulang.

Namun, Timbul Manurung menyayangkan seringkali generasi milenial ‘zaman now’ sudah lupa dengan sejarah Indonesia. Padahal sejarah itu bisa menjadi rujukan bagi generasi milenial untuk mengetahui asal muasal bela negara itu.

“Kalau kita tidak mempunyai pemahaman yang kokoh dan kuat tentang ideologi negara, sejarah negara, kemudian kewajiban terhadap negara, maka bisa memunculkan kebimbangan. Sangat penting untuk mengingat apa yang dikatakan Bung Karno, yaitu Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi Bela Negara merupakan bagian dari upaya membangun sikap dan karakter bangsa dan merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan revolusi mental sebagai salah satu program prioritas pemerintah sebagaimana tertuang dalam Nawa Cita ke delapan.

(azs)

Loading...

loading...

Feeds

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mendapat suntikan vaksin Covid-19 untuk tahap kedua. Vaksinasi dilakukan di halaman Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, …

Wow! Kemendikbud Beri Bocoran Soal AN?

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan contoh soal Asesmen Nasional (AN) akan dilaksanakan pada September 2021. Adapun, penilaian AN itu …

Dukung UMKM, Integrasikan Layanan Iklan Digital

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel bersama Gojek terus memperkuat komitmen dalam mendorong pemberdayaan UMKM di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital terdepan …

Wisuda Mahasiswa XL Future Leaders

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali mewisuda mahasiswa Program XL Future Leaders (XLFL). Kali ini sebanyak 149 mahasiswa angkatan …