Jelang Pemilu, Pemkot Bandung Waspadai 6.246 WNA

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ada sekitar 200 orang asing di tiap kecamatan di Kota Bandung dan Cimahi. Data ini didapat dari ‎data Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung, yang mencatat  ada 6.246 orang asing.

“Jadi, kalau dirata-ratakan, setiap kecamatan di Kota Bandung dan Kota Cimahi, ada 200 orang asing,” ujar Walikota Bandung Oded M.Danial, Kamis (21/3).

Oded mengatakan, ‎di era globalisasi, kehadiran orang asing tidak bisa dihindari. Apalagi dalam konteks pembangunan yang membutuhkan investasi maupun tenaga kerja ahli. ‎

“Bahkan ada juga program strategis nasional yang berpengaruh ke daerah. Misalnya Kereta Api Cepat Jakarta Bandung yang bukan hanya investasi masuk ke Indonesia melainkan juga tenaga kerja asing,” ungkapnya. ‎

Karenanya, dibentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) di Tingkat Kecamatan di Lingkungan Kota Cimahi dan Kota Bandung. ‎

Untuk diketahui, terdapat 124 orang yang dikukuhkan menjadi Tim Pora Kota Bandung dan Cimahi. Mereka terdiri dari unsur pemerintah tingkat Kecamatan, Komondo Rayon Militer dan Kepolisian Sektor. ‎

Untuk itu, Oded sangat mengapresiasi pembentukan Tim Pora tingkat kecamatan. ‎‎

Keberadaan mereka, lanjut Oded, bisa saja berdampak negatif. Pemerintah di tingkat kewilayahan, TNI, dan Polri wajib mewaspadainya.‎

“Hal positif kita ambil, yang negatif dihindari. Apalagi menjelang 17 April mendatang. Kita akan menghadapi Pilpres dan Pileg. Mari bersama-sama menciptakan Bandung kondusif,” ajaknya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat, Liberti Sitinjak mengatakan, zaman telah berubah. Sebelumnya bangsa ini disibukkan dengan perpindahan penduduk dari desa ke kota, sekarang disibukkan dengan perpindahan penduduk dari negara satu ke negara lainnya. ‎‎

Pembentukan Tim Pora ini, lanjutnya, merupakan bentuk sinergisitas yang dibangun di antara Kementerian Hukum dan HAM, pemerintah daerah, maupun Kepolisian dan TNI.

Ia pun mengajak semua pihak untuk menyatukan persepsi tentang orang asing sejak dari data paling dasar.

“Mari manfaatkan momen ini dalam rangka menyatukan persepsi dalam mengawasi orang asing di Bandung dan Cimahi,” ujarnya.

(mur)‎

Loading...

loading...

Feeds