Berdarah-darah Punya Lapak di Monpera, PKL Tolak Relokasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pedagang Kaki Lima (PKL) Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), tolak direlokasi.

“Kami keberatan jika akan dilakukan relokasi ulang,” ujar Ketua umum Koperasi Konsumen Sunday Market (KKSM) Monpera Jujun Junaedi, kepada wartawan Senin (18/3).

Jujun mengatakan, dalam penataan yang dilakukan beberapa tahun yang lalu, PKL berjuang habis-habisan, untuk mendapatkan jatah lapak, karena saat itu ada proses pengundian.

“Sebelumnya kami sampai berdarah-darah nunggu kami kebagian nomor berapa. Makanya kalau sekarang ada relokasi kami menolak,” tegasnya.

Karenanya, saat bertemu dengan Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana, mereka menyampaikan keberatan itu. Hinggga akhirnya menemukan kata sepakat, bahwa penataan yang akan dilakukan adalah penataan terkait kelancaran lalulintas.

“Jadi yang akan ditata adalah mereka yang berada di pinggir jalan. Untuk memberikan akses jalan jika terjadi bencana, terutama di sekitaran kantor Telkom dan Pertamina,” terang Jujun.

Jujun menjelaskan, banyak pihak menjadikan PKL sebagai kambing hitam, jika terjadi kemacetan atau jika ada sampah menumpuk.

“Sebetulnya, Gasibu itu, kalaupun bukan hari Minggu, kan memang sudah macet. Jadi jangan salahkan kami jika hari Minggu di sana macet,” katanya.

Jumlah PKL yang akan ditata menurut Jujun, sekitar 1000 PKL. Mereka adalah PKL yang berjualan di pinggir jalan, dan sekitaran akses jalan menuju Kantor Telkom dan Pertamina.

“Kami siap kok menyediakan jalan jika ada bencana,” tambahnya.

Menurut Jujun, jumlah PKL yang berjualan di Monpera berdasarkan ata 2014, sebanyak 2500 pedagang. Jika sekarang berhembus kabar jumlah itu membengkak sampai menyentuh angka 6 ribu pedagang, itu lanataran ada pengunian lapak dari Pemkot.

“Bisa saja satu orang pedagang membawa satu temanan atau saudaranya lagi untuk berjualan di sana,” tambahnya.

Harapannya kepada Pemkot Bandung, adalah mendapatkan keadilan. Agar keberadaan mereka saat berjualan di Monpera tidak diganggu.

“Kami hanya mencari makan, berjualan seminggu sekali. Penghasilan kami satu hari berjualan di Monpera, lebih besar jika dibandingkan berjualan enam hari di pasar kosambi,” keluhnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana mengatakan, penataan yang akan dilakukan oleh Pemkot Bandung bukan relokasi, tapi benar-benar menata PKL Monpera yang berjualan dan menghalangi jalan.

“Jadi, kita akan buka akses jalan, sehingga jika terjadi bencana, tidak kesulitan mencapai titik bencana,” kata Yana.

Selain itu, penataan juga dilakukan lantaran tenda yang diberikan 2014 lalu suda rusak. Karenanya Yana menyarankan menggantinya dengan tenda Komunal sehingga lebih tahan lama.

“Kalau yang sekarang kan, tendanya pakai knock down, Jadi cepat rusak. Kalau pakai komunal kan lebih tahan lama dan lebih rapat,” tegasnya.

Selain itu, juga akan tata agar PKL kulner dipindah ke arah yang lebih dekat dengan Monpera. Jadi pengunjung yang datang ke monumen, bisa mendapatkan makanan.

“Sama seperti di Borobudur, jadi begitu pengunjung keluar dari candi, di ‘didangkan’ penjual makanan, per 100 pedagang diberi akses jalan. Sehingga pedagang tidak panjang menular dan menghalangi jalan,” paparnya.

Yang jelas, kata Yana, semangat Pemkot Bandung adalah menata kawasan PKL Monpera, termasuk juga keberadaan tempat parkirnya.

(mur)

loading...

Feeds

rs

Dewan Sorot Kekosongan Pimpinan Enam RS

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat bakal mengagendakan pertemuan dengan Pemeritah Provinsi Jawa Barat, terutama …
regulasi

Regulasi Rumit Ganggu Harga Pangan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Galuh Octania mengingatkan pemerintah terkait harga pangan. Menurutnya, bahwa regulasi …

Kemendikbud Siapkan Rotasi Guru

Pendekatan zonasi tidak hanya diterapkan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan bahwa pendekatan serupa …