Anggota DPR/MPR RI Dukung Warga Cisurupan Hijaukan Pegunungan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Warga Kelurahan Cisurupan Kecamatan Cibiru, tidak ingin wilayahnya dijadikan objek pembangunan yang dilakukan oleh para investor. Terlebih, kawasan tersebut merupakan lahan hijau yang berada di areal pegunungan.

Dalam upaya menekan pertumbuhan pembangunan di kawasan tersebut, warga melakukan gerakan penanaman pohon.

Kegiatan tersebut rupanya mendapat apresiasi serta dukungan dari Anggota DPR/MPR RI Agung Budi Santoso, termasuk pegiat lingkungan “Gema Jabar Hejo”.

Masyarakat memanfaatkan kawasan tersebut dengan menanam berbagai jenis tanaman buah-buahan, seperti mangga, rambutan, alpukat dan lainnya.

Agung mengatakan, pembangunan di kawasan hijau perlu kontrol Pemerintah Daerah, jangan sampai pembangunan itu malah menjadi penyebab suatu bencana, yang akhirnya merugikan banyak pihak.

“Lahan hijau itu baiknya terus dilestarikan. tapi, selain menanam perlu diperhatikan pula perawatannya,” kata Agung, usai melaksanakan penanaman pohon di Rw 10, Kelurahan Cisurupan Kecamatan Cibiru, Minggu (17/3).

Menurutnya, penanaman pohon selain mencegah potensi bencana, juga berfungsi menjaga sumber air apabila terjadi kekeringan. Dengan begitu, kawasan pegunungan terutama yang berdekatan dengan perkotaan, perlu tata kota yang baik.

“Lahan hijau itu jangan di alihfungsikan menjadi bangunan apa pun,” tegasnya.

Dalam hal ini, lajut dia, sebetulnya pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Akan tetapi, Perda tersebut harus dijaga konsistensinya. Karena, masa berlaku masing-masing Kepala Daerah hingga Gubernur hanya lima tahun saja.

“Bila perlu, Perdanya terus ditingkatkan. Tapi, jika Perdanya sudah berjalan baik, jangan hanya lima tahun saja. kalau bisa ditambah sampai 50 tahun kedepan,” ungkapnya.

Menurutnya, sejauh ini pegunungan di wilayah perkotaan masih terlihat ada yang gundul akibat tidak terkontrolnya perkembangan pembangunan yang begitu psat. Oleh sebab itu, dengan Perda yang sudah dibuat, harus dibarengi juga dengan fungsi pengawasannya.

Sehingga, baik pengembang maupun investor tidak akan mudah melakukan pembangunan di kawasan hijau dengan dalih meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik dari segi sektor kepariwisataan atau pembangunan perumahan.

“Mumpung belum terlambat, wilayah Cisurupan ini sudah harus mulai ditata sebelum terlambat,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Gema Jabar Hejo, Atep M Yuuf berharap, regulasi dari pemerintah harus punya kekuatan penuh, terutama terkait hukumnya yang tidak berubah-ubah. Seperti yang terjadi sekrang ini, masih banyak para investor yang seenaknya melakukan pembangunan di kawasan hijau. Bahkan mereka tidak memikirkan dampak atas pembangunan tersebut.

“Kami khawatir di wilayah Cisurupan ini nantinya dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang punya kepentingan untuk memperkaya diri sendiri,” kata Atep. (gat)

loading...

Feeds

rs

Dewan Sorot Kekosongan Pimpinan Enam RS

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat bakal mengagendakan pertemuan dengan Pemeritah Provinsi Jawa Barat, terutama …
regulasi

Regulasi Rumit Ganggu Harga Pangan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Galuh Octania mengingatkan pemerintah terkait harga pangan. Menurutnya, bahwa regulasi …

Kemendikbud Siapkan Rotasi Guru

Pendekatan zonasi tidak hanya diterapkan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan bahwa pendekatan serupa …