Sempat Tertunda Lama, Akhirnya Jadwal Pemilihan Rektor Unpad Ditetapkan

 Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor

Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Proses Pemilihan Rektor (Pilprek) Universitas Padjadjaran (Unpad) dijadwalkan berlangsung pada 29 Maret 2019 mendatang. Keputusan ini diambil melalui rapat pleno Majelis Wali Amanat (MWA) Unpad.


Wakil Ketua MWA Unpad Ida Nurlinda mengatakan, pemilihan ini diikuti oleh tiga kandidat rektor yang sudah ditetapkan sebelumnya. Mereka adalah Aldrin Herwany, Atip Latipulhayat, dan Obsatar Sinaga.

Keputusan jadwal pemilihan diputuskan tanpa dihadiri oleh Rudiantara sebagai Ketua MWA dan perwakilan dari Kemenristekdikti. Meski demikian, hal tersebut tidaknmenjadi soal karena rapat pleno kuorum karena dihadiri oleh 13 pemilik suara dalam Pilrek Unpad.

“Kita akan melakukan pemilihan akhir tanggal 29 Maret 2019 dengan tiga calon rektor yang sudah ditetapkan pada 27 Oktober 2018 lalu,” katanya saat ditemui seusai rapat di Kantor Sekretariat Jumat (15/3/2019).

Pihaknya juga memastikan percepatan proses Pilrek bertujuan untuk memilih rektor definitif bukan Plt (Pelaksana tugas). Hal ini sesuai dengan diharapkan para sesepuh Unpad yang menyampaikan aspirasinya kepada MWA.

Terlebih, proses Pilrek Unpad sudah berlangsung terlalu lama karena sudah molor sejak 27 Oktober 2018 lalu. Hal tersebut karena banyaknya masukan dan kritik dari berbagai pihak.

Meski molor lama, namun proses masih bisa dilakukan karena batas waktu pelantikan Rektor Unpad paling lambat pada 13 April 2019.

“Dipastikan 29 Maret 2019, tidak mundur lagi. Barusan sudah diputuskan. Kita juga capek karena banyak kerjaan lain yang harus dilakukan,” tuturnya.

Sebeperti diketahui, MWA Unpad memilih dan menetapkan tiga calon Rektor Unpad periode 2019-2024. Tiga Calon Rektor tersebut yaitu: Aldrin Herwany (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Atip Latipulhayat (Fakultas Hukum), dan Obsatar Sinaga (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik).

Awalnya, penetapan rektor akan dilakukan 27 Oktober 2018. Namun, MWA menilai perlu adanya pengkajian ulang beberapa perbaikan proses seleksi tersebut.

Perbaikan proses ini dilakukan untuk menerapkan good governance, suatu proses yang transparan, dan adil.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menegaskan calon rektor Universitas Padjadjaran periode 2019-2024 Obsatar Sinaga harus diganti. Ia meminta Majelis Wali Amanat (MWA) Unpad untuk segera mencari pengganti Obsatar.

(azs)

Loading...

loading...

Feeds