Perbedaan Pilihan Jangan Dijadikan Perseteruan

Anggota DPR RI Agung Budi Santoso, memberikan pemahaman edukasi kepemiluan di Jalan Neglasari Kota Cimahi, Selasa (12/3). (foto : GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG)

Anggota DPR RI Agung Budi Santoso, memberikan pemahaman edukasi kepemiluan di Jalan Neglasari Kota Cimahi, Selasa (12/3). (foto : GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Anggota DPR sekaligus MPR RI Agung Budi Santoso terus memberikan edukasi pemilu kepada masyarakat. Selain menjelaskan tata cara pencoblosan, ia pun memberikan pencerahan terkait perbedaan pendapat dan pilihan, terhadap calon presiden dan wakil rakyat.


“Berbeda pilihan itu adalah hal yang wajar, karena jika tidak ada perbedaan justru pemilu tidak akan menarik. Tapi jangan sampai berlebihan hingga terjadi perseteruan antar kelompok,” kata Agung, usai melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Cimahi, kemarin.

Agung mengimbau, kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap legowo dengan hasil pemilihan nanti. Sebab, baik calon presiden dan wakil rakyat yang terpilih itu adalah kemenangan untuk Indonesia.

“Dalam Pilpres, siapapun yang nanti jadi presidennya itu adalah kemenangan kita semua. Mau pak Prabowo, mau pak Jokowi itu sama saja Indonesia yang menang,” ujarnya.

Dia mencontohkan, dalam debat yang dilaksanakan pihak penyelenggara Pemilu, masyarakat diberikan kesempatan untuk menilai sekaligus mempelajari calon yang akan dipilih. Dalam debat tersebut, masyarakat dapat memilih program yang disampaikan oleh masing-masing calon Presiden.

“Dengan begitu, masyarakat akan lebih jelas, dan tidak akan ragu lagi untuk menentukan pilihannya,” ucapnya.

Sementara itu, pada pemilihan anggota dewan, Agung mengakui, masyarakat akan sedikit kebingungan karena memiliki banyak calon dengan karakter dan latar belakang yang tentunya berbeda beda.

“Akan tetapi, samahalnya dengan pemilihan presiden, masyarakat harus teliti dalam memilih. Jangan terjebak dengan janji yang belum jelas,” tegasnya.

Dalam Pemilu kali ini, ia berupaya meningkatkan partisipasi pemilih, terlebih hingga saat ini masih ada daerah yang partisipasi pemilihnya baru mencapai 40 persen. Padahal pemilu adalah suatu kedaulatan yang diberikan pemerintah kepada rakyat untuk memilih calon-calon pemimpinnya, namun masih banyak masyarakat yang enggan menyalurkan hak pilihnya.

“Tentu saya berharap, masyarakat sadar dan bangkit serta mau menyalurkan hak suaranya agar partisipasi pemilih meningkat. Sehingga kedaulatan benar-benar dipegang oleh rakyat,” pungkasnya.

(gat).

Loading...

loading...

Feeds

Selangkah Lagi Berbaju Inter

Selangkah Lagi Berbaju Inter

POJOKBANDUNG.com, MILAN – Kepindahan Arturo Vidal ke Inter Milan selangkah lagi terwujud. Gelandang asal Chile itu sudah mendarat di Milan …
Havertz Kebingungan

Havertz Kebingungan

POJOKBANDUNG.com, LONDON – Kai Havertz, pembelian mahal Chelsea di bursa transfer musim panas, masih melempem. Tampak ada kebingungan dalam posisinya …
Ada Nobar, Tim Tuan Rumah Kalah

Ada Nobar, Tim Tuan Rumah Kalah

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pertandingan Liga 1 2020 tidak boleh disaksikan langsung di stadion oleh para pendukungnya.  Bahkan suporter diminta tak …
Fasilitasi Swab Tes

Fasilitasi Swab Tes

POJOKBANDUG.com, BANDUNG – 18 klub Liga 1 2020 bakal difasilitasi swab test dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator …
Kecewa di Laga Debut

Kecewa di Laga Debut

POJOKBANDUNG.com, MANCHESTER – Gol Donny van de Beek tidak cukup untuk menghindarkan Manchester United dari kekalahan dari Crystal Palace. Van …
Tak Takut Bersaing

Tak Takut Bersaing

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persaingan untuk merebut satu tempat di posisi gelandang semakin sengit. Terlebih, Persib baru saja menambah stok gelandang …
Pantang Remehkan Lawan

Pantang Remehkan Lawan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Winger Persib Bandung, Febri Hariyadi, optimistis klub berjulukan Maung Bandung itu bisa mempertahankan performa impresif dalam lanjutan …