Kaum Milenial Ikuti Talk Show Ketenagakerjaan Menuju Industri 4.0

Talk Show Ketenagakerjaan Menuju Industri 4.0 di Srikandi Room, Restoran Margajaya, Jalan Kemakmuran Kota Bekasi, Rabu malam (13/3/2019). Foto:Istimewa

Talk Show Ketenagakerjaan Menuju Industri 4.0 di Srikandi Room, Restoran Margajaya, Jalan Kemakmuran Kota Bekasi, Rabu malam (13/3/2019). Foto:Istimewa

POJOKBANDUNG.com, BEKASI – Ratusan kaum milenial mengikuti Talk Show Ketenagakerjaan Menuju Industri 4.0 yang digelar komunitas Jokma. Kaum millenial mempunyai peranan penting dalam industri 4.0. karena itu diperlukan pembekalan pendidikan formal, non-formal dan informal yang relevan.

“Kaum milenial harus bisa mensikapi arus perubahan yang kini di depan mata. Bahkan, kaum milenial harus bisa menjadikannya peluang untuk bisnis atau memulai usaha (entrepreneur). Terlebih, era industri 4.0 peran teknologi semakin dominan,” jelas Wakil Ketua Relawan Jokma Jabar, H Dadan Tri Yudianto,disela Talk Show Ketenagakerjaan Menuju Industri 4.0 di Srikandi Room, Restoran Margajaya, Jalan Kemakmuran Kota Bekasi, Rabu malam (13/3/2019).

Dia melanjutkan, Pemerintah harus mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sistem vokasi, dengan melakukan kerjasama revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di era industri 4.0.

“Presiden Jokowi memberikan perhatian yang besar terhadap generasi muda untuk Revolusi 4.0 melalui pendidikan vokasi, politeknik, dan balai latihan kerja. Dukungan presiden untuk mendorong ekonomi tersebut melalui pemanfaatan teknologi di semua sektor. Contohnya di bidang pendidikan ada Ruangguru atau di bidang transportasi ada GoJek,” ujar Dadan.

Sementara tokoh Pemuda Jawa Barat Imam Malik menyoroti pentingnya bidang pendidikan dalam menghadapi industri 4.0. “Saya konsennya tentang bagaimana menyiapkan SDM yang hari ini harus beradptasi dengan perubahan-perubahan,” tegasnya.

Setidaknya, ada tiga hal yang tidak boleh hilang dalam pendidikan, yakni improvement (perubahan). Pendidikan tidak menghasilkan orang berubah ya jadi masalah, dari yang tidak tau menjadi tau, dari yang gak bisa menjadi bisa, gak faham jadi faham,” tuturnya.

Yang kedua, kata dia, Development (berkembang). Konteks berkembang itu, pendidikan itu mencetak generasi bagaikan sebuah pohon, dari biji menjadi tunas, tunas menjadi batang, cabang, berdaun, berbunga, berbuah, buah matang jatuh busuk dan dari buah yang busuk tadi menjadi tunas, tunas terus tumbuh berkembang menjadi pohon begitu seterusnya.

“Dalam mempersiapkan SDM ini, pemerintah konsen mencetak generasi yang handal. Salah satunya melalui program kartu pra kerja yang diluncurkan oleh Pak Jokowi.” pungkas dia.

Hadir pembicara lainnya seperti, Rabin Hatari pakar ekonomi dan Bimo Wijayanto pakar sosial budaya.

(mun/pojokbandung)

loading...

Feeds

HNW Tak Percaya Survei Charta Politika

Survei terbaru Charta Politika yang digelar pada 1-9 Maret 2019 menunjukkan selisih elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto yakni berkisar …

Peduli RTH, PT. WOM Finance Bangun Taman

Dalam upaya menjaga kualitas udara di lingkungan perkotaan, Ruang Terbuka Hijau (RTH) sangat diperlukan. Namun, untuk membangun ketersediaan ruang hijau …