Empat Tersangka Kasus Narkotika Dijaga Ketat oleh Petugas dari BNN Jawa Barat.

KAWAL: Empat tersangka kasus narkotika dijaga ketat oleh petugas dari BNN Jawa Barat. Selain meringkus emapt tersangka, petugas gabungan juga mengamankan narkotika berjenis sabu seberat 20 kilogram yang dikirim dari Taiwan.
(FOTO : Taofik Hidayat).

KAWAL: Empat tersangka kasus narkotika dijaga ketat oleh petugas dari BNN Jawa Barat. Selain meringkus emapt tersangka, petugas gabungan juga mengamankan narkotika berjenis sabu seberat 20 kilogram yang dikirim dari Taiwan. (FOTO : Taofik Hidayat).

POJOKBANDUNG.COM, BANDUNG –  Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Barat menangkap empat orang pengedar narkoba jaringan Taiwan. Dari para tersangka, petugas mengamankan 20 Kg sabu.


Pergerakan keempat tersangka berinisial AG, LI, AJ dan GI itu sudah diintai selama kurang lebih dua pekan. Mereka bergerak dari Sukabumi, Jawa Barat menuju Dumai, Riau untuk mengambil pesanan narkoba dari tersangka J.

Kepala BNN Jabar Brigjen Sufyan Syarif menjelaskan bahwa sabu tersebut dibawa dari Dumai ke Subang melalui jalur Palembang. Para tersangka kemudian ditangkap di daerah Sukabumi pada pada 9 Februari 2019

“Barang bukti ini dikemas menggunakan bungkus teh cina warna kuning. Di simpan dalam tas,” ujar Sufyan di kantor BNN Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (11/3/2019).

Ia mengatakan bahwa kasus ini adalah lanjutan dari pengungkapan kasus 2,2 ton ganja yang ungkap Februari 2016 lalu di Cianjur. AG merupakan aktor intelektual yang menjadi DPO dalam kasus tersebut.

Sedangkan dalam kasus sabu, AG dan LI berperan sebagai perekrut AJ dan GI sebagai sopir. Rencananya, 20 Kg sabu itu akan diedarkan di wilayah Jabar dan DKI Jakarta.

Hasil indivasi sementara, sabu tersebut  didapatkan dari jaringan Taiwan. Sedangkan J, adalah otak dari peredaran narkoba meski berstatus narapidana di Lapas Madaeng, Surabaya.

“J mengendalikan sabu asal Taiwan via Aceh ini dari balik jeruji besi. Sebelumnya ia dipenjara karena kasus serupa karena kepemilikan sabu sebanyak 2 kilogram,” jelasnya.

Lebih lanjut Sufyan menegaskan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait temuan 20 kg sabu. Hal itu untuk memastikan ada atau tidaknya keterkaitan dengan kasus 9,54 kilogram sabu yang menjerat vokasil band Zivilia, Zul ‘Zivilia’.

Indikatornya, kedua kasus itu mempunyai kesamaan, yakni narkoba didapatkan dari Taiwan, sehingga ada kemungkinan didapatkan melalui jaringan yang sama.

Penyeleidikannya akan dilakukan dengan cara berkoordinasi bersama Polda Metro Jaya. Mengingat, penungkapan kedua kasus tersebut melibatkan dua wilayah berbeda.

“Mungkin satu jaringan (Taiwan), tapi kita mesti kembangkan ke sana. Nanti kita koordinasi dengan Polda Metro Jaya,” ungkap dia.

Menurutnya sabu-sabu banyak di produksi di negara Cina dan Taiwan. Biasanya, jaringan kedua negara tersebut menyelundupkan sabu melalui Aceh dan Kepulauan Riau.

“Jaringan Taiwan masuk melalui sindikat Aceh, kalau enggak Kepri,” ujar Sufyan.

(azs)

Loading...

loading...

Feeds