Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Terapkan Program Carpooling untuk Mengurai Kemacetan.

MACET: Sejumlah kendaraan terjebak macet di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Dishub Kota Bandung, terapkan program carpooling untuk mengurai kemacetan.
(foto : dokumend).

MACET: Sejumlah kendaraan terjebak macet di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Dishub Kota Bandung, terapkan program carpooling untuk mengurai kemacetan. (foto : dokumend).

POJOKBANDUNG.COM, BANDUNG – Walikota Bandung, Oded M Danial ingatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, tak hanya fokus menjalain kerjasama dengan salah satu transportasi online (Grab) terkait program carpooling.

“Sekarang dengan Grab, ke depan diupayakan dengan transportasi konvensional lainnya,” ujar Oded, Senin (11/4/2019).

Oded menyebut, jika sejauh ini Dishub Kota Bandung menjalin kerjasama dengan Grab, itu karena komunikasi dengan sudah lebih dulu dilakukan.

“Saya berharap semua program terintegrasi sehingga bisa menyelesaikan kemacetan dengan baik,” tegasnya.

Terpisah, Kadishub Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan, program uji coba carpooling atau naik transportasi umum bersama-sama bukan sebatas Grab to work.

“Sebelum bekerja sama dengan perusahaan jasa transportasi online itu, Angkot to School sudah pernah diuji coba,” ujar Didi.

Kata Didi, untuk sementara program carpooling belum diberlakukan untuk seluruh ASN.

“Kita lakukan uji coba ini untuk mengetahui sejauh mana potensi implementasi carpooling. Grab to work itu merk dagang dari Grab. Kenapa Grab Karena mereka langsung menyambut ketika kami tawarkan,” katanya.

Lebih lanjut Didi menjelaskan, sebelumnya Dishub Kota Bandung pun pernah bekerja sama dengan Kopamas (Koperasi Pemilik Angkutan Masyarakat) dan Data Science Indonesia untuk uji coba Angkot to school. Melihat respon dari para siswa, ternyata ada peluang dan harus ditindaklanjuti.

“Sekarang kita masih uji coba. Kalau operasionalnya bebas, mau online ataupun offline. Bentuknya bisa apapun karena potensinya cukup besar,” sambung Didi.

Didi meyakinkan bahwa program carpooling ini merupakan peluang bagi para pelaku transportasi massal. Pasalnya, akan ada begitu banyak orang yang tidak menggunakan kendaraan pribadi ke kantornya atau sekolahnya.

“Carpooling ini peluang bagi online maupun offline,” tuturnya.

Menurut Didi, bentuknya bisa apapun misalkan angkot bisa menggarap Angkot to school. Segmen lain pun bisa ditangkap peluangnya seperti buruh pabrik yang belum tergarap.

Jika melihat gambaran besarnya, Didi menyatakan carpooling merupakan rencana strategis dalam upaya mengatasi kemacetan. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ditentukan bahwa sharing kendaraan 25 persen menggunakan transportasi publik selama lima tahun ke depan.

“Dalam renstranya (rencana strategis) kami menambahkan bahwa yang dimaksud angkutan umum itu tidak hanya transportasi publik tapi juga carpooling atau transportasi bersama. Sekarang kan baru 17 persen. Sepintas memang kecil targetnya 8 persen lima tahun, tapi itu butuh effort besar,” bebernya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds

Pemkab Bandung Serius Tegakkan KTR

Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sangat …

DLH Juara KIP Kabupaten Bandung 2019

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung mendapatkan penghargaan sebagai peringkat pertama untuk kategori Utama Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penerapaan Undang-undang …

Ketua KPK “Kejar” Jokowi Terbitkan Perppu

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih bersedia untuk dapat menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti …