TKN Sebut Prabowo Produsen Hoaks Terbesar di Indonesia

POJOKBANDUNG.com – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menyebut, pidato Prabowo Subianto tentang jumlah pengguna narkoba di Indonesia, salah. Pidato tersebut disampaikan Prabowo di Kampus UKRI, Jumat (8/3).

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut, jumlah pengguna narkoba di Indonesia pada 2015 telah mencapai 5,9 juta pengguna. Menurut anggota TKN, Inas Nasrullah, Prabowo telah memanipulasi data.

“Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Diah Utami di Gedung BNN, pada tanggal 26 Juni 2018 mengatakan, pengguna narkoba pada 2017 adalah 3,5 juta orang,” katanya, kepada wartawan, Minggu (10/3).

“Lalu Prabowo membuktikan dirinya sebagai produsen hoaks terbesar di Indonesia dengan mengatakan, kemungkinan 8 juta anak-anak kita kena narkoba. Dan 10 tahun lagi, 20 juta anak-anak Indonesia candu narkoba,” imbuhnya.

Inas mengatakan, data yang disampaikan Prabowo itu tidak sesuai dengan data Badan Narkotika Nasional (BNN) yang menyebut pengguna narkoba terus turun hingga 2018. Tak hanya soal jumlah pengguna narkoba, Inas juga mengatakan, Prabowo memanipulasi informasi tentang kartel narkoba.

Prabowo mengatakan, ada 72 kartel narkoba yang ‘bermain’ di Indonesia. Inas memastikan, data Prabowo itu berbeda dari pernyataan Budi Waseso pada 2 Agustus 2016, ketika masih menjadi Kepala BNN.

Kala itu, Buwas mengatakan, pelaku penyelundupan sabu seberat 15 kilogram yang diamankan di Apartemen Mediterania Gajah Mada, Jakarta Barat, adalah bagian dari 72 jaringan internasional narkotika yang mengincar Indonesia sebagai tempat pemasaran.

“Jika, keterangan Kepala BNN saja dimanipulasi sedemikian rupa demi kepentingan intrik politik Prabowo Subianto, maka apabila Indonesia dipimpin politikus seperti itu, bisa jadi banyak lawan politiknya kelak yang dijebloskan ke penjara berdasarkan fatka dan data yang dimanipulasi juga,” pungkasnya.

(jpc)

loading...

Feeds

Amin Rais Cederai Nilai-nilai Demokrasi

Gerakan People Power yang di gembor-gemborkan elit politik dan beberapa tokoh di Jakarta, dinilai Dekan FISIP Universitas Pasundan Bandung, M.Budiana …