Waspadai Triad KKR Ini, karena Musuh Utama Remaja

POJOKBANDUNG.com, GUNUNGHALU – Musuh utama remaja perlu diwaspadai yakni Triad KRR yang terdiri dari Napza, Seks Bebas dan HIV/Aids.


Hal tersebut diungkapkaan  KetuaKomisi IX DPR RI Dede Yusuf  yang diwakili Pintauli Siregar saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Pembangunan Keluarga melalui Genre Ceria di gelar di Lapangan Desa Taman Jaya Kec. Gununghalu  Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (9/3/2019).

“Saat ini pengguna napza di Indonesia mencapai 9 juta orang, dan sebagian besarnya berada pada kelompok usia remaja dan masih berstatus pelajar/mahasiswa,” kata Pintauli.

Selain napza, kata dia juga menyoroti perilaku pergaulan bebas di kalangan remaja yang semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, banyak kasus akibat pergaulan bebas justru menyebabkan remaja kehilangan masa remaja yang semestinya bahagia.

“Akibat pergaulan bebas tadi, banyak remaja yang harus menikah dini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kemudian mengasuh anak atau bekerja guna mencukupi kebutuhan rumah tangganya,” ungkapnya.

Namun dengan bekal pendidikan yang rendah, lanjut dia, banyak diantaranya hanya bekerja di sektor informal sebagai pembantu rumah tangga, sebagiannya memilih sebagai TKI, dan rentan mendapatkan kekerasan dan penyiksaan.

“Belum lagi akibat pergaulan bebas ini dan penggunaan napza dari jarum suntik, maka remaja juga rentan tertular HIV/AIDS,” tambahnya.

Guna mengatasi ini semua, dirinya juga menghimbau agar remaja aktif dalam Program Genre.

“Mari kita canangkan Program Genre, Generasi yang merencanakan masa depan yang lebih baik, generasi yang sehat, cerdas dan ceria,” terangnya

Sementara perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi
Dadan Zainal Abidin, S.TP menyebut TRIAD KRR adalah 3 (tiga) resiko atau 3 masalah yang akan/sering dihadapi oleh kaum remaja. Apa saja kah 3 resiko itu? yang pertama yaitu:

1. NAPZA (Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif)

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan RI adalah NAPZA yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif.

Semua istilah ini, baik “narkoba” ataupun “NAPZA”, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu.Namun kini disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009). Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut. Yang termasuk jenis narkotika adalah:

  • Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
  • Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.

Psikotropikaadalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku Zat yang termasuk psikotropika antara lain: Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide)

Bahan Adiktif  adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem syaraf pusat, seperti:

• Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.

2. HIV/AIDS 

HIV atau Human immunodeficiency virus adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus yang merusak daya tahan tubuh dengan menyerang sistem kekebalan/imunitas tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh menjadi tidak berdaya dalam melawan infeksi.
Sampai saat ini belum bisa dipastikan sumber utama penyebab adanya virus HIV. Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1959 dari sampel darah seorang laki-laki dari Kinshasa di Republik Congo dan tidak dIketahui bagaimana ia terinfeksi.

AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sindrom atau infeksi yang timbul akibat virus HIV dan merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Dengan demikian akan mempermudah semua jenis virus menjangkiti tubuh manusia tanpa takut diserang oleh imun tubuh lagi, seperti SIV (Simian immunodeficiency virus) dan FIV (Feline immunodeficiency virus).

HIV AIDS berkembang sangat pesat di benua Afrika. Hampir sekitar 10% dari jumlah populasi dunia terdapat di sana, namun sayang sekali kira-kira 60% dari jumlah populasi ini mengidap AIDS. Begitu pula dengan Indonesia. Mengapa penyakit ini menyebar dengan begitu cepat? Karena tingkat kesadaran masyarakat akan kesehatan telah menurun.

Penyakit ini banyak ditularkan melalui hubungan seks, penggunaan alat suntik, bawaan lahir karena tertular dari ibu kandungnya, transfusi darah, dll.

3. Seksualitas
Manusia adalah mahluk seksual. Itu fakta tidak terbantah. Seksualitas manusia bertanggung jawab atas pertumbuhan umat manusia yang sangat fantastis, dari hanya sekitar 300 juta orang di seluruh dunia pada tahun 1000, menjadi hampir 7 miliar orang saat ini. Setiap tahun lahir manusia baru tidak kurang dari 100 juta orang. Jumlah yang luar biasa besar.

Apa yang Anda pikirkan saat mendengar kata seksualitas? Anda mungkin berpikir tentang hubungan seks. Pikiran Anda tidaklah keliru. Namun seksualitas bukan hanya tentang hubungan seks. Seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang mengalami, menghayati dan mengekspresikan diri sebagai mahluk seksual, dengan kata lain tentang bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bertindak berdasarkan posisinya sebagai mahluk seksual. Hubungan seks hanyalah salah satu aspek. Seksualitas mencakup banyak hal diluar itu. Segala sesuatu yang ada kaitannya dengan seks (ada kaitan dengan kelamin) tercakup di dalamnya.

Didalam PIK Remaja, 3 resiko itu merupakan 3 hal yang diprioritaskan. Sebab 3 hal itu merupakan sesuatu yang sangat penting dan harus dikritisi, karena kehidupan remaja pada zaman sekarang yang banyak informasi bisa diakses semua orang, membuat 3 hal tersebut harus benar – benar diutamakan. agar kaum remaja tidak salah dalam memahami dan dapat membentengi diri.

(apt)

Loading...

loading...

Feeds