Rencanakan Berkeluarga Jangan Asal tapi Perhatikan 4 T Ini

Ketua Komisi IX DPR RI H. Dede Yusuf M. Effendi pada sosialisasi Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) program Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)  di Lapangam Sepakbola SD Bukit Mulya RT 05 RW 08 Kel. Manggahang Kec. Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/3/2019).

Ketua Komisi IX DPR RI H. Dede Yusuf M. Effendi pada sosialisasi Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) program Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)  di Lapangam Sepakbola SD Bukit Mulya RT 05 RW 08 Kel. Manggahang Kec. Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/3/2019).

POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH – Pemerintah terus berupaya menurunkan angka kematian bayi dan ibu yang melahirkan. Dengan demikian, program Keluarga Berencana kembali digalakkan untuk mencapai tujuan keluarga bahagia dan sejahtera. Untuk mewujudkannya diharapkan menghindari empat (4) T.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Komisi IX DPR RI H. Dede Yusuf M. Effendi pada sosialisasi Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) program Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)  di Lapangam Sepakbola SD Bukit Mulya RT 05 RW 08 Kel. Manggahang Kec. Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/3/2019).

Dede Yusuf menuturkan, untuk T yang pertama adalah terlalu muda melahirkan. Ini tentu disebabkan karena menikah pada usia muda.

Karena itu, Dede Yusuf menyarankan orang tua yang hadir untuk tidak buru-buru menikahkan anaknya.

“Biarkan dulu sekolah, setelah tamat cari kerja. Nanti setelah bekerja, setelah matang, baru mulai merencanakan berkeluarga,” ujarnya .

Berikutnya, lanjut politikus Partai Demokrat ini yakni T yang kedua, adalah terlalu banyak anak. Dikatakan, terlalu banyak anak, jika tidak didukung kemampuan ekonomi yang memadai, bisa membuat anak tidak terurus.

Makanannya kurang bergizi, sehingga gampang sakit-sakitan. Belum lagi sekolahnya, pakaiannya, sehingga disarankan kepada orang tua agar menghindari terlalu banyak anak.

“Sedikit anak, tetapi terurus dengan baik, gizinya terjamin, kesehatannya baik, sehingga cerdas dan bisa bersekolah sampai sarjana tentu akan lebih baik dibanding banyak anak tetapi tidak terurus dengan baik,” katanya.

Yang ketiga, T adalah terlalu sering atau terlalu rapat jarak kelahirannya. Ini juga perlu dihindari agar tidak membayakan ibu. Kemudian T yang terakhir adalah terlalu tua melahirkan.

“4 T dalam keluarga berencana ini hendaknya menjadi perhatian dan sebisa mungkin dihindari,” katanya.

Hadir dalam acara  itu Sekretaris Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jabar, Rahmat Mulkan.

(apt)

Loading...

loading...

Feeds

Mulai Besok OTT Koruptor Ditiadakan?

Revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK akan berlaku besok (17/10). Hingga tadi malam (15/10), belum ada tanda-tanda Presiden …