Puluhan Siswa SD Negeri Girimukti Belajar di Kelas Bocor

Kondisi ruang belajar SD Negeri Girimukti mengkhawatirkan. Kenyamanan murid saat belajar pun terganggu.

Kondisi ruang belajar SD Negeri Girimukti mengkhawatirkan. Kenyamanan murid saat belajar pun terganggu.

POJOKBANDUNG.com, CIKALONGWETAN – Puluhan siswa SD Negeri Girimukti, Kampung Rajamandala, Desa Mandala Mukti, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, terpaksa harus belajar dengan kondisi kelas kotor.

Menurut salah seorang guru SD Negeri Girimukti, Fauzi Gorib mengatakan hal itu disebabkan lumpur yang terbawa masuk ke dalam kelas akibat hujan deras sepanjang Minggu malam dan kondisi ruang kelas bocor.

“Hujan deras semalam dan cukup lama membuat air menggenang di dalam kelas karena atap sekolah sudah bocor. Makanya siswa terpaksa belajar dengan kondisi ruangan kelas yang kotor oleh lumpur dan tanah merah,” kata Fauzi kepada wartawan, Senin (4/3/2019).

Fauzi menjelaskan, kondisi ruangan sekolah sebagian sudah rusak, bahkan ada tiga kelas yang atapnya bocor. Sementara, kelas yang masih layak dipakai hanya ada tiga ruangan, sehingga tiga kelas itu yang dimaksimalkan untuk proses belajar. Jika hujan turun setiap hari, pihaknya khawatir kerusakan kelas yang bocor semakin parah.

Ya apalagi kalau intensitas curah hujan masih tinggi sehingga harus dilakukan antisipasi demi keamanan para siswa. “Kalau hujan deras turun siswa langsung kami suruh pulang karena khawatir ruang kelas ambruk dan menimpa mereka,” kata guru yang mengajar kelas 5 itu.

Selain itu, menurut Fauzi mulai besok pihak sekolah akan mengambil kebijakan membagi dua shift jam pelajaran karena ruang kelas yang bocor tidak akan dipergunakan. Hal ini sebagai upaya antisipasi dikarenakan saat ini masih berada pada periode musim hujan. Apalagi, bangunan sekolah yang bocor atapnya ada yang sebagian plafonnya bolong-bolong sehingga rentan ambruk.

Siswa yang masuk siang adalah kelas 4, 5, dan 6, sedangkan kelas 1, 2, dan 3 masuk pagi. Sekolah ini hanya memiliki enam ruang jelas, satu kantor, dan ruang perpustakaan. Karena itu, ketika ada kelas yang tidak bisa dipergunakan berimbas terganggunya jadwal pelajaran. Dirinya berharap ruang kelas yang rusak dan tidak aman untuk dipergunakan itu segera mendapatkan perhatian perbaikan.

“Di sini total ada 147 siswa dengan tujuh ruangan, jadi kalau tiga kelas tidak bisa dipakai maka tidak ada ruang pengganti sehingga terpaksa belajarnya dengan cara di-shift,” pungkasnya.

(bie)

Loading...

loading...

Feeds