Keluarga dan JKN-KIS Bangkitkan Semangat Tini Usai Amputasi

 Tini (52)

Tini (52)

POJOKBANDUNG.com – Penderita diabetes melitus memang rentan mengalami amputasi akibat dari komplikasi luka yang tidak kunjung sembuh. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan saraf, salah satunya di bagian kaki. Seperti yang dialami seorang perempuan paruh baya bernama Tini (52), yang sudah menjalani operasi amputasi di bagian kakinya. Amputasi tersebut dilakukan 2 kali, tahap pertama hanya sebatas lutut kaki, tahap kedua hingga ke pahanya.

“Dari awal diperiksa saya itu punya penyakit gula, padahal jarang makan makanan yang manis. Lalu kata dokter saya harus diamputasi. Memang berat hati jika kaki saya harus hilang, tapi bagaimana lagi karena dibiarkan penyakit gula itu akan merambat ke bagian tubuh yang lain,” ujar Tini, Rabu (5/3).

Sejak tahun 2015, Tini divonis penyakit gula atau diabetes melitus. Kondisi ini berawal dari komplikasi luka yang makin memburuk hingga di ujung kakinya hingga terjadi pembusukan. Kuku kakinya pun mengelupas hingga ia tidak bisa merasakan lagi kakinya. Beruntung Tini sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD. Bermodal Kartu Indonesia Sehat, Tini pun memberanikan diri untuk berobat.

“Awalnya saya sempat takut mengeluarkan biaya. Tapi ternyata setelah KIS digunakan sampai akhirnya diamputasi, saya tidak pernah mengeluarkan biaya apapun. Mulai dari pemeriksaan pertama sampai kedua kalinya menjalani operasi amputasi kaki, semua ditanggung BPJS Kesehatan. Maklum saya mah hanya tukang pijat. Uang dari mana buat berobat kalau bukan kerena BPJS Kesehatan,” ucap Tini lirih.

Meski sempat down, kini Tini mengaku telah berdamai dengan keadaan. Ia pun memutuskan kembali bangkit dan beraktivitas sebagai tukang pijat seperti sedia kala dengan keterbatasan yang ada. Jika dulu ia harus menyambangi satu rumah ke rumah lain, kini ia hanya menerima tamu yang datang ke rumahnya.

“Tidak mudah memang menumbuhkan semangat lagi. Apalagi sekarang ada bagian tubuh saya yang hilang. Masih belum terbiasa rasanya, yapi dengan dukungan keluarga dan bantuan JKN-KIS, semuanya perlahan bisa membuat saya bangkit lagi,” pungkas Tini sambil tersenyum.

(apt)

Loading...

loading...

Feeds