Jangan Ragu Ingatkan Perusahaan Daftarkan Karyawan ke JKN-KIS

Erik Risnandar (35)

Erik Risnandar (35)

POJOKBANDUNG.com – Erik Risnandar (35) peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kabupaten Bandung. Sejak November 2018 Erik mulai merasa tidak nyaman ketika dia duduk ataupun tidur dalam posisi terlentang apalagi tatkala ia hendak BAB. Setelah diperiksa ke klinik tempat ia terdaftar, ternyata Erik mengalami abses anus (perianal).


Abses anus adalah suatu penyakit yang menimbulkan nyeri pada daerah anus akibat infeksi pada kelenjar-kelenjar kecil di dinding anus. Adanya abses pada anus menandakan infeksi yang terjadi cukup parah dan memerlukan pengobatan melalui pembedahan. Saat itu juga Erik diberikan rujukan untuk dilakukan pembedahan di RSUD Al-Ihsan. Pasca operasi Erik dirawat selama satu minggu untuk pemulihan.

“Kalau sakit itu mah tidak nyaman. Kemana-mana tidak bisa, duduk pun juga sakit. Ya mau bagaimana lagi. Akhirnya kata dokter harus dioperasi agar tidak jadi masalah. Saya tenang saja, karena sudah didaftarkan sama kantor tempat saya bekerja, jadi tidak kerepotan soal biayanya,” ucap Erik, Rabu (5/3).

Pasca dilakukan pembedahan dan pengobatan, Erik diharuskan melakukan kontrol rutin kepada dokter yang bersangkutan selama 2-3 minggu. Konsultasi ini bertujuan untuk memantau penyembuhan luka pembedahan dan mengontrol kemungkinan munculnya fistula pada pasien. Kematian akibat abses maupun komplikasi pembedahan abses cukup jarang terjadi. Namun, perlu diingat bahwa dapat saja muncul komplikasi akibat pembedahan. Oleh karena itu, kontrol pasca pembedahan sangat penting untuk dilakukan.

“Alhamdulillah setelah dilakukan pembedahan akhirnya saya bisa beraktivitas lagi, duduk dan tidurpun nyaman. Pesan saya mah jangan ragu tanya ke perusahaan kalau belum dapat kartu JKN-KIS. Soalnya sudah menjadi kewajiban perusahaan mendaftarkan karyawannya ke JKN-KIS. Itu hak kita sebagai karyawan. Untungnya di perusahaan saya tempat bekerja mah sudah mendaftarkan semua karyawannya ke JKN-KIS. Tidak pernah menunggak pula. Jadi saya tenang kalau mau berobat,” tutup Erik.

(apt)

Loading...

loading...

Feeds