Habib Bahar Bin Smith Didakwa Pasal Berlapis.

PERDANA : Terdakwa kasus dugaan penganiayaan Bahar bin smith alias Habib Bahar menjalani sidang perdana di PN Bandung, Kamis (28/2/2019).(foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT ).

PERDANA : Terdakwa kasus dugaan penganiayaan Bahar bin smith alias Habib Bahar menjalani sidang perdana di PN Bandung, Kamis (28/2/2019).(foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT ).

POJOKBANDUNG.COM, BANDUNG – Terdakwa Bahar bin Smith alias (HBS) penganiayaan anak dibawah umur jalani sidang pertama di Pengadilan Negeri (PN) Bandung dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cibinong mendakwa Bahar dengan pasal berlapis.


Selain bahar dua terdakwa lain Agil Yahya alias Habib Agil dan M Abdul Basith Iskandar di buatkan dakwan terpisah. Sedangkan Habib Husein, Wiro, Ginda Tato dan Keling masih belum tertangkap.

Jaksa Penuntut Umum, Bambang Hartoto mengatakan, korban kemudian dianiaya dengan menggunakan tangan kosong yang dikepalkan, ditendang dengan kaki, dengan lutut pada tubuh bagian kepala, rahang dan mata secara berkali-kali.

“Korban CAJ dan MHU oleh terdakwa disuruh berkelahi, sehingga akibat pukulan dan tendangan ke anggota tubuhnya tersebut, korban CAJ dan MHU mengalami luka-luka dan lebam pada bagian muka, kelopak mata kanan dan kiri, selaput bening bola mata kanan dan kiri, serta pada anggota tubuh lainnya,” ujarnya pada saat membaca surat dakwan HBS, Kamis (28/2/2019).

Perbuatan HBS juga dilanjutkan dengan Rambut korban CAJ dan MHU yang dicukur sampai kepala botak tanpa rambut dan dijaga oleh para santri. Malam hari di tanggal yang sama, CAJ dan MHU oleh terdakwa diperbolehkan pulang meninggalkan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin.

“Akibat perbuatan terdakwa bersama-sama dengan Agil Yahya dan Hamdi, korban CAJ dan MHU mengalami luka-luka yang menimbulkan halangan dalam melakukan pekerjaan untuk sementara waktu dan dirawat di Rumah Sakit,” sambung Bambang.

JPU juga menerangkan, sesuai dengan Visum Et Repertum : Visum Et Revertum No. R/359/VER-IGD-KFD/XII/2018/Rumkit Bhay Tk I Tanggal 5 Desember 2018 A/n. CAJ yang ditandatangani oleh dr. Abe Umaro, dan dr. Niken Budi diperoleh kesimpulan hasil pemeriksaan terhadap korban CAJ.

“Telah dilakukan pemeriksaan terhadap seorang laki-laki yang berusia delapan belas tahun. Pada pemeriksaan fisik ditemukan memar kelopak mata kiri dan perdarahan pada selaput bening mata kiri akibat kekerasan tumpul. Luka luka tersebut telah menimbulkan penyakit dan halangan dalam melakukan pekerjaan dan jabatan/pencaharian untuk sementara waktu,” kata Bambang mengutip kesimpulan visum.

Selain CAJ, visum juga dilakukan terhadap korban MHU.

Visum Et Revertum No. R/347/VER-IGD-KFD/XII/2018/Rumkit Bhay Tk I Tanggal 15 Desember 2018 A/n. MHU yang ditandatangani oleh dr. Rido Jati Kuncara, dan dr. Niken Budi menyimpulkan, pada pemeriksaan fisik ditemukan memar pada kepala sisi kanan, pelipis kanan, telinga kanan, kelopak mata kanan dan kiri, pipi kanan, luka lecet pada lengan kiri, bahu kanan, perdarahan pada selaput bening bola mata kanan dan kiri akibat kekerasan tumpul.

“Luka-luka tersebut telah menimbulkan penyakit dan halangan dalam melakukan pekerjaan dan jabatan/pencaharian untuk sementara waktu. Pada pemeriksaan Rontgen mata didapatkan curiga gambaran patah pada tulang mata bagian atas-tengah kanan. Pada pemeriksan CT-Scan pada kepala didapatkan pembengkakan otak bagian tengah. Pada pemeriksaan dokter Spesialis Syaraf didapatkan Cidera kepala ringan,” tuturnya.

Atas perbuatannya, HBS didakwa melanggar dakwaan kesatu primer, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 333 ayat (2) KUH Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUH Pidana. Ia juga didakwa dengan dakwaan subsidair, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 333 ayat (1) KUH Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUH Pidana.

HBS juga didakwa dakwaan kedua primair,sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 170 ayat (2) ke- 2 KUHPidana. Perbuatan terdakwa Bahar juga didakwa dakwaan subsidair, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHPidana.

Bambang juga mendakwa HBS dengan dakwaan lebih subsidair, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (2) KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHPidana dan lebih subsidsir lagi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHPidana. Yang terakhir, Bahar didakwa dakwaan ketiga sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 80 ayat (2) Jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Untuk diketahui, pada Sabtu tanggal 1 Desember 2018 sekitar pukul 11.00 WIB, di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kampung Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, melakukan penganiayaan terhadap korban CAJ (18) dan MHU (17). Penganiayaan dilakukan karena korban dianggap menipu dan mengaku-aku sebagai HBS dan mengisi acara di Bali.

Sebelumnya, setelah mendengar ada seseorang yang nengaku-aku dirinya, terdakwa memerintahkan anak buahnya untuk mencari korban dan membawanya ke Ponpes Tajul Alawiyyin. Di sana, Agil Yahya sempat merekam video sambil mengatakan, “Ini nih yang ngaku-ngaku jadi Habib Bahar di Bali dan mau diinvestigasi”.

Korban CAJ yang pertama diinterogasi oleh HBS, namun CAJ melimpahkan kesalahan kepada korban MHU. Atas perintah terdakwa, kemudian dijemputlah MHU dan dibawa ke Ponpes Tajul Alawiyyin. Kemudian CAJ dan MHU tidak dapat berbuat apapun selain telah diinterogasi. Mereka dianiaya oleh terdakwa, oleh Agil Yahya, Hamdi dan oleh sekitar 15 orang santri lainnya dalam pondok pesantren tersebut.  

(azs)

 

Loading...

loading...

Feeds

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mendapat suntikan vaksin Covid-19 untuk tahap kedua. Vaksinasi dilakukan di halaman Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, …

Wow! Kemendikbud Beri Bocoran Soal AN?

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan contoh soal Asesmen Nasional (AN) akan dilaksanakan pada September 2021. Adapun, penilaian AN itu …

Dukung UMKM, Integrasikan Layanan Iklan Digital

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel bersama Gojek terus memperkuat komitmen dalam mendorong pemberdayaan UMKM di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital terdepan …

Wisuda Mahasiswa XL Future Leaders

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali mewisuda mahasiswa Program XL Future Leaders (XLFL). Kali ini sebanyak 149 mahasiswa angkatan …