JKN-KIS Bantu Penglihatan Heri

Heri Suarna (57)

Heri Suarna (57)

POJOKBANDUNG.com – Heri Suarna (57) seorang buruh lepas harian ini sudah pakai kacamata baru berkat Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Peserta mandiri kelas 3 ini sudah lama memakai kaca mata yang sudah rusak, hampir 10 tahun lamanya sejak matanya rabun. Heri tidak pernah mengganti kaca matanya sehingga penglihatannya tampak bertambah tidak jelas alias buram meskipun sudah pakai kacamata.

Di sisi lain, kesulitan untuk memfokuskan penglihatan pada gambar atau tulisan adalah tanda penuaan yang sulit dielak. Kondisi ini disebut presbiopia dan bisa menyerang semua orang, sehingga sebagian besar akhirnya harus memakai kacamata. Presbiopia berbeda dari masalah mata minus (rabun jauh/miopia), plus (rabun dekat), maupun silinder (astigmatisme) yang terkait dengan bentuk bola mata dan disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan.

Di usianya yang sudah renta ini, dan jauh dari lingkungan kota. Heri ternyata baru tahu kalau BPJS Kesehatan memiliki fasilitas yang memungkinkan pesertanya memiliki kesempatan klaim kacamata secara gratis. Tapi tentu saja ada batasan harga berdasarkan kelas yang kita pilih, yaitu maksimal 300.000 rupiah untuk kelas 1, 200.000 rupiah untuk kelas 2 dan 150.000 rupiah untuk kelas 3.

“Waktu itu saya harus diperiksa dulu di klinik, katanya kacamata saya harus diganti dan dokter pun menyarankan pakai JKN-KIS agar bisa mendapatkan bantuan kacamata baru. Setelah mendapat rujukan saya diperiksa di dokter spesialis mata di rumah sakit. Akhirnya setelah diperiksa saya langsung ke optik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Di sana saya pun mendapatkan kaca mata baru yang nyaman dipakai. Semuanya berjalan lancar,” kisah Heri, Kamis (28/2).

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, seluruh peserta JKN-KIS mempunyai hak untuk mendapatkan benefit bantuan kacamata sesuai dengan kelasnya terdaftar. Namun perlu diperhatikan bahwa benefit kacamata tersebut hanya dapat diberikan sesuai dengan indikasi medis yang jelas dari dokter serta selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku.

“Alhamdulillah, sekarang saya bisa melihat kembali dengan jelas karena punya kacamata baru dari BPJS Kesehatan,” tutup Heri.

(apt)

Loading...

loading...

Feeds