Dede Yusuf: Ingin Bahagia, Jalankan 8 Fungsi Keluarga Ini

Anggota DPR RI H. Dede Yusuf M. Effendi yang juga Ketua Komisi IX DPR RI  sosialisasi Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) program Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Kamis (28/2/2019).

Anggota DPR RI H. Dede Yusuf M. Effendi yang juga Ketua Komisi IX DPR RI sosialisasi Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) program Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Kamis (28/2/2019).

POJOKBANDUNG.com, CANGKUANG – Sosialisasi Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) program Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bersama Mitra Kerja anggota DPR RI H. Dede Yusuf M. Effendi yang juga Ketua Komisi IX DPR RI  di awal tahun 2019 ini terus digelar. Pada Kamis (28/2), kegiatan berlangsung di Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung.


Hadir dalam acara  itu perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jabar Zaki.

Adapun jumlah peserta di lokasi ini sebanyak 250 orang. Mereka terlihat sangat antusias mendengarkan pemaparan dari narasumber yang memberikan materi.

Dede Yusuf M. Effendi mengatakan, kegiatan tersebut lebih ditujukan untuk para remaja supaya bisa menjadi keluarga berencana yang berkualitas. Selain keluarga berencana juga ada program pembangunan keluarga untuk membina para generasi penerus agar lebih baik.

“Keluarga adalah institusi terkecil yang ada dalam kehidupan masyarakat. Tak ada manusia satupun di dunia ini yang tidak mempunyi keluarga, dapat dipastikan bahwa setiap orang yang lahir mempunyai keluarga,” ujar Dede Yusuf M. Effendi.

Menurut Dede Yusuf, ada 8 fungsi keluarga dalam kehidupan ini yakni
pertama Fungsi Agama,  maksudnya adalah selain orang tua sebagai guru dalam pendidikan anaknya, orang tua juga merangkap sebagaiahli agama. Orang tua tempat mengaji dan membacakan kitab suci dalam membentuk kepercayaan anak-anak mereka.

“Kedua, Fungsi Sosial Budaya, maksudnya dalam perkembangan anak kelurga memiliki peran penting untuk menanamkan pola tingkah laku berhubungan dengan orang lain (sosialisasi) keluarga juga memberikan warisan budaya, disini terlihat bahwasanya keluarga diangap masyarakat yang paling primair. Fakta-fakta sosial selalu dapat diterangkan lewat keluarga. Keluarga mengintrodusir anak kedalam masyarakat luas dan membawanya kepada kegiatan-kegiatan masyarakat,” ujarnya.

Ketiga Fungsi Cinta dan Kasih Sayang, maksudnya pertumbuhan seorang anak tidak akan pernah lepas dari pengaruh keluarganya, peran keluarga begitu sentralistik dalam membetuk kepribadian keturuannnya, oleh karena itulah salah satu fungsi keluarga adalah menyalurkan cinta dan kasih sayang.

Keempat, Fungsi Perlindungan merupakan faktor penting. Perkembangan anak memerlukan rasa aman, kasih sayang, simpati dari orang lain. Keluarga tempat mengadu, mengakui kesalahan-kesalahan, serta tempat.

Kelima Fungsi Reproduksi artinya bahwa keluarga merupakan sarana manusia untuk menyalurkan hasrat seksual kepada manusia lain (yang berbeda jenis kelamin) secara legal di mata hukum dan sah secara agama, sehingga manusia tersebut dapat melangsungkan hidupnya karena dengan fungsi biologi ia akan mempunyai keturunan berupa anak.

Keenam Fungsi Sosialisasi atau Pendidikan dalam keluarga adalah untuk mendidik anak mulai dari awal sampai pertumbuhan anak menjadi dewasa, keluarga berperan penting terhadap upaya terbentuk kepribadian yang baik dari waktu-ke waktu, sebelum terjun dalam kehidupan masyarakat yang sebenarnya.

Ketujuh Fungsi ekonomi atau unit produksi artinya bahwa keluarga menjadi sarana yang baik untuk bertugas memenuhi kebutuhan hidup anggota keluarga di dalamnya, dimana dalam prosesnya fungsi ekonomi ini mampu membagikan kerangka keluarga, misalnya ayah sebagai pencari uang untuk kebutuhan dan ibu bertugas mengurus anak.

Kedelapan Fungsi lingkungan dalam keluarga maksudnya semua bentuk tingkah laku yang dilakukan seorang anggota keluarga awal mulanya dilakukan dalam keluarga. Anak atau anggota keluarga adalah cerminan bagimana ia bisa menerapkan kesesuainnya terhadap lingkungan.

Sementara perwakilan BKKBN Provinsi Jabar Zaki berharap para remaja juga merencanakan usia pernikahan yang ideal. Yaitu menikah pada usia ideal, 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. Usia tersebut katanya sudah baik untuk berumah tangga, karena sudah matang dan bisa berpikir dewasa.

“Kita ingin mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Makanya kita harapkan remaja ini bisa merencanakan kapan dia itu untuk merencanakan pendidikannya sekolahnya sampai setinggi mungkin sesuai kemampuan. Juga merencanakan dalam bekerja ke depannya akan bekerja apa,” katanya.

Ia berharap melalui Sosialisasi Advokasi KIE program KKBPK tersebut generasi muda ini bisa lebih menata kehidupannya. Supaya lebih terencana dan bisa dikendalikan jumlah penduduknya dengan menekan kehamilan usia muda.

(apt)

Loading...

loading...

Feeds

Nyabu, Vokalis Band Kapten Diringkus

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung mengamankan seorang pria berinisial AZ. AZ diciduk dari kamar kostnya yang berada …

Update Gempa Mamuju Sulbar: 34 Meninggal

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Korban akibat gempa Sulawesi Barat bertambah. Sampai dengan Jumat (15/1/20210) pukul 14.00 WIB, jumlah korban meninggal menjadi …