Anggota DPR: Hindari Pernikahan Dini di Usia Muda

POJOKBANDUNG.com, PACET – Sosialisasi Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) program Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bersama Mitra Kerja anggota DPR RI H. Dede Yusuf M. Effendi yang juga Ketua Komisi IX DPR RI diwakili  Staf Ahli Saeful Bachri di awal tahun 2019 ini terus digelar. Pada Senin (25/2), kegiatan berlangsung di Desa Cipeujeuh, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.


Hadir dalam acara  itu perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jabar Yudi, perwakilan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Herman dan para tenaga ahli.

Adapun jumlah peserta di lokasi ini sebanyak 250 orang. Mereka terlihat sangat antusias mendengarkan pemaparan dari para narasumber yang memberikan materi soal pentingnya mengatur jarak kehamilan, mengatur jumlah kehamilan, pentingnya menjaga umur yang pass untuk menikah serta upaya untuk mendidik anak-anak agar menjadi generasi yang terbaik.

Pemerintah terus berupaya menurunkan angka kematian bayi dan ibu yang melahirkan. Seiring dengan itu, program Keluarga Berencana kembali digalakkan untuk mencapai tujuan keluarga bahagia dan sejahtera. Untuk mewujudkan hal tersebut, ibu-ibu diharapkan menghindari empat (4) T.

“T yang pertama adalah terlalu muda melahirkan. Ini tentu disebabkan karena menikah pada usia muda,” ungkap Saeful Bachri.

Karena itu, Saeful Bachri menyarankan orang tua yang hadir untuk tidak buru-buru menikahkan anaknya.

“Biarkan dulu sekolah, setelah tamat cari kerja. Nanti setelah bekerja, setelah matang, baru mulai merencanakan berkeluarga,” katanya.

Berikutnya, lanjut dia, ini yakni T yang kedua, adalah terlalu banyak anak. Dikatakan, terlalu banyak anak, jika tidak didukung kemampuan ekonomi yang memadai, bisa membuat anak tidak terurus. Makanannya kurang bergizi, sehingga gampang sakit-sakitan. Belum lagi sekolahnya, pakaiannya, sehingga disarankan kepada orang tua agar menghindari terlalu banyak anak.

“Sedikit anak, tetapi terurus dengan baik, gizinya terjamin, kesehatannya baik, sehingga cerdas dan bisa bersekolah sampai sarjana tentu akan lebih baik dibanding banyak anak tetapi tidak terurus dengan baik,” katanya.

Yang ketiga, T adalah terlalu sering atau terlalu rapat jarak kelahirannya. Ini juga perlu dihindari agar tidak membayakan ibu. Kemudian T yang terakhir adalah terlalu tua melahirkan.

“4 T dalam keluarga berencana ini hendaknya menjadi perhatian dan sebisa mungkin dihindari,” katanya.

(apt)

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Gelar Dunia Games League 2021

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Telkomsel terus bergerak maju menegaskan komitmennya sebagai enabler dalam ekosistem esports Tanah Air melalui penyelenggaraan Dunia Games …