Gegara Tak Perpanjang Izin, Hotel Sheo Disegel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG –   Terbukti tidak memiliki‎ izin kepariwisataan, Hotel Sheo yang terletak di JL. Ciumbuleuit disegel. Namun,

“Kami menyegel hotel ini, karena terbukti melanggar Perda Nomor 7 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan Kepariwisataan,” ujar Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana, kepada wartawan Kamis (21/2).‎

Yana mengatakan, ‎hotel  ini sudah diberi tiga kali surat peringatan. Tapi tidak ada tanggapan, dan mereka tetap beroperasi.
“Oleh karena itu kita melakukan penyegelan pembekuan izin usaha,” kata Yana. ‎

Ia mengatakan, Pemkot Bandung tidak anti pada investasi dan usaha yang ada. Namun ia mengimbau pelaku usaha untuk taat aturan yang berlaku di Kota Bandung.

“Kami berharap semua pihak yang akan melakukan investasi atau usaha di Kota Bandung taat azas. Ikuti aturan, jadi teman-teman pengusaha bisa aman dan nyaman invenstasi di Kota Bandung,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari menjelaskan pelanggaran yang dilakukan Hotel Sheo adalah tidak memperpanjang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) sejak 2016. ‎

“TDUP harus diperpanjang satu tahun sekali. 2015 mereka mengajukan. Jadi dari 2016 mereka tidak memperpanjang sampai sekarang,” kata Kenny.

Ia mengatakan, sesuai Perda 7 tahun 2012, pasal 37 ayat 1, TDUP merupakan kewajiban pelaku usaha agar terdaftar dalam database pemerintah. ‎

“Jadi penyegelan ini penegasan dari aturan perda yang kita punya. Bahwa kita harus tegakan aturan,” ujarnya.

Menurut Kenny, ke depan pihaknya akan mengintensifkan pengawasan ke berbagai tempat wisata dan hiburan. Karena jumlahnya cukup banyak, pihaknya akan berkoordinasi dengan OPD lainnya dan kewilayahan.

Ditemui terpisah, Manager Operasional Hotel Sheo, Kuswanti Eka mengakui pihaknya belum mengurus TDUP. Kuswanti menyebutkan ada kendala di perizinan lainnya yang membuat pengurusan TDUP ini belum dilakukan.

“Sebetulnya prosesnya sedang kami laksanakan. Kami laksnakana  lewat OSS (One Single Submission).  Tapi masih terkendala dari SLF (sertifikat layak fungsi) yang kami tunggu belum jadi,” ujarnya.

Ia mengatakan ke depannya akan segera mengurus perizinan yang harus ditempuh. Meski demikian, pihaknya pun meminta dispensasi agar bisa tetap melayani tamu yang sudah terlanjur memesan kamar hingga akhir pekan ini.

“Saya harap, ada keringanan dari Pemkot kepada kami, agar bisa tetap melayani tamu yang sudah booking hingga akhir pekan ini,” pungkasnya.

(mur)

loading...

Feeds

HNW Tak Percaya Survei Charta Politika

Survei terbaru Charta Politika yang digelar pada 1-9 Maret 2019 menunjukkan selisih elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto yakni berkisar …

Peduli RTH, PT. WOM Finance Bangun Taman

Dalam upaya menjaga kualitas udara di lingkungan perkotaan, Ruang Terbuka Hijau (RTH) sangat diperlukan. Namun, untuk membangun ketersediaan ruang hijau …