Longsor TPA Panembong Subang Ancam Sungai Cileuleuy

Lokasi Longsoran TPA Panembong di Kp Pangkalan, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe, Subang, Selasa (12/2).

Lokasi Longsoran TPA Panembong di Kp Pangkalan, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe, Subang, Selasa (12/2).

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Gunung sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Panembong yang  berada di sebelah barat Kampung Pangkalan, Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe, Subang, longsor akibat hujan yang melanda wilayah subang dan sekitarnya, Selasa (12/2) sekitar pukul 18.00 WIB.


Longsoran sampah tersebut akibatnya menutupi sebagian aliran sungai Cileuleuy yang melintas disepanjang pemukiman warga setempat. Bahkan persawahan milik warga terancam terendam.

“Saya berharap Pemkab Subang melalui dinas terkait untuk segera menangani persoalan longsoran gunung sampah yang menyumbat aliran sungai Cileuleuy ini. Karena, jika tidak ditangani dengan cepat kondisinya akan semakin parah. Kemungkinan sampah akan kebawa arus terus oleh aliran sungai hingga kantor Pemda dan Kantor DPRD Subang,” kata Kepala Desa Tanjungwangi Budi Santoso, Rabu (13/12).

Budi mengungkapkan, sebelumnya longsoran gunung sampah yang berusia tahunan itu sejak tanggal 8 februari 2019 lalu. Namun, longsoran tidak sebesar yang terjadi saat ini.Longsoran tanah dan sampah tersebut membuat badan kali menyempit.

“Untuk itu kami khawatir sekali, bila intensitas hujan yang tinggi longsoran sampah akan semakin besar dan menutup aliran sungai Cileuleuy,” katanya.

Sementara itu menurut Iwan (36) warga setempat, untuk mencegah longsornya kembali gunungan sampah di TPA Panembong yang bisa menutup aliran Sungai Cileuleuy, meminta pihak dinas terkait segera melakukan langkah antisipasi.

“Pertama bisa dilakukan dengan menggeser sampah yang agak dekat ke Sungai Cileukeuy agar lebih menjauh. Lalu melakukan terasering di gunungan sampah serta perataan di atas kolam sampah agar lebih landai dan tak tampak terlalu tinggi atau curam,” kata Iwan.

Menurutnya untuk melakukan langkah itu tidak mudah dan memang membutuhkan waktu. “Terutama untuk terasering di gunungan sampah,” ucapnya.

Kata Iwan, jika sampai sampah masuk dan menutup aliran kali, dipastikan air akan meluap. “Ini bahaya, bisa memicu terjadinya banjir bandang, sasarannya tentu ke kota Subang,” ungkapnya.

Iwan menuturkan longsornya gunungan sampah di sana selain karena memang sudah overload, juga karena tingginya curah hujan di Subang dalam beberapa hari terakhir ini.

“Sehingga sampah menjadi berat karena hujan, dan akhirnya longsor atau agak bergeser,” pungkasnya.

(anr)

Loading...

loading...

Feeds

Tarif PPh Turun, WP Diimbau Segera Lapor SPT

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA–Sesuai Perppu 1 Tahun 2020 pemerintah telah menurunkan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya sebesar 25 persen menjadi 22 …