Fokus Realisasikan Daya Tarik Wisata Prioritas

Menjelaskan : Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Dedi Taufik memberikan penjelasan terkait potensi wisata di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung belum lama ini. (ist)

Menjelaskan : Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Dedi Taufik memberikan penjelasan terkait potensi wisata di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung belum lama ini. (ist)

POJOKBANDUNG.com,  BANDUNG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Jawa Barat menargetkan pembentukan Daya Tarik Wisata (DTW) Prioritas di Jabar bisa ditetapkan pada Juni 2019 nanti. Saat ini, penyusunan peraturan gubernur (pergub) tekait DTW Prioritas masih dalam proses untuk direalisasikan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisparbud) Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan rencana itu dilakukan karena provinsi Jabar belum memiliki DTW. Padahal, banyak wilayah yang potensial untuk menjadi daerah pariwisata dan pusat kebudayaan.

Dari tinjauan sementara, sedikitnya sudah ada 60 destinasi wisata yang bisa masuk kategori DTW. Hal tersebut, kata Dedi, sudah masuk dalam Peraturan Daerah (Perda) nomer 15 tahun 2015 tentang rencana induk pariwisata Jawa Barat.

“Jadi tahun ini akan kita tetapkan yang mana saja menjadi DTW Prioritas. Sekarang, sedang disusun pergub (peraturan gubernur). Targetnya selesai kajian itu bulan Mei. Kita berharap Juni sudah ditetapkan,” ujar Taufik, Kamis (14/2).

Namun dalam menentukan DTW Prioritas ini, dia sampaikan, bakal disesuaikan dengan perkembangan kondisi setiap destinasi wisata saat ini. Terlebih ada landasan terkait penerapan Pergub nomor 93 tahun 2017 tentang standar pembangunan dan pengelolaan daya tarik wisata.

Lebih lanjut, pihaknya juga telah menentapkan lima destinasi provinsi yang harus didorong. Yakni di daerah Cirebon, Bekasi, Pangandaran, Bandung, Bogor. Pengembangan wisata di daerah itu akan dilakukan dengan konsep dan pendekatan berbeda sesuai potensi yang ada.
“Pelabuhan Ratu dikembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Cikidang. Sedangkan Bandung, potensinya bisa didistribusikan dengan ke daerah yang dekat, seperti Subang, Garut atau Subang,” jelasnya.
Ia memisalkan, di Kabupaten Sumedang sangat potensial dikembangkan menjadi daerah wisata olahraga karena memiliki tempat yang bagus untuk Paralayang di daerah Batu Dua dan Kampung Toga. Selain itu, daerah yang dikenal dengan makanan tahu ini bisa pula dikembangkan menjadi pusat kebudayaan, mengingat ada banyak peninggalan kerajaan Sumedang Larang.
Hal lain yang sedang direncanakan oleh Disparbud Jabar, lanjut dia, yaitu membuat modul tentang Tourism Crisis Center (TCC), di mana saat ini pada setiap destinasi wisata di Jabar belum menerapkan hal tersebut dalam mengantisipasi bencana.

Pihaknya memastikan, setiap destinasi wisata di Jabar akan memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam mengantisipasi kebencanaan. Terlebih Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memiliki semangat besar untuk mendongkrak pariwisata di Jabar.

“Tapi tentu oleh kita harus diimbangi dengan aturan-aturan. Penyelamatannya bagaimana sih? Walaupun kita sekarang sudah ada life guard tapi kan lebih cenderung konotasinya di pantai.S

ementara yang di danau di curung yang di kolam memiliki bahaya yang sama juga. Tapu standar itu belum ada,” pungkasnya.

(azs)

loading...

Feeds

timor

Peledakan Pertama di Timor Leste

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – PT. DAHANA (Persero) melakukan first blasting di project kuari Tibar Bay Port Dili Timor Leste, Jumat (12/7/2019). …
kota

Peran Ulama Sinergikan Pembangunan Kota

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Walikota Bandung, Oded M. Danial memastikan membutuhkan ulama untuk membangun Kota Bandung. Hubungan umara (pemimpin pemerintahan) dengan …
ciamis

Emil Mulai Garap Infrastruktur Ciamis

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyiapkan banyak program pembangunan di Kabupaten Ciamis dalam lima tahun mendatang. Termasuk …