Walikota Cimahi Akan Panggil Pengembang Perumahan Cireundeu

Rencana pembangunan perumahan di dekat Kampung Adat Cireundeu (Gatot/Radar Bandung)

Rencana pembangunan perumahan di dekat Kampung Adat Cireundeu (Gatot/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna, meminta agar aktivitas pembangunan perumahan di Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, dihentikan.


Sebab, pihak pengembang belum memasang dinding penahan tanah (DPT). Untuk itu, pihaknya akan segera memanggil pihak pengembang untuk membicarakan hal tersebut.

“Saya menyarankan agar pengembang tidak membangun rumah di lahan tanah yang paling tinggi.” kata Ajay.

Saat ini, pembangunan perumahan Griya Asri Cireundeu, baru memasuki tahap penggundulan lahan dan pematangan tanah. Pembangunan yang dilaksanakan pada musim hujan tersebut memiliki kerawanan bencana longsor.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, M. Nur Kuswandana, mendesak agar pengembang memenuhi aspek keselamatan pembangunan tersebut.

“Pengembang harus membuat dinding penahan tanah dan saluran air agar tidak membahayakan warga sekitar,” ungkap Nur saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan D. Hardjakusumah, Rabu (13/2/2019).

Dinding penahan tanah yang dibuat, nantinya akan menahan potensi longsor yang diakibatkan larian air setelah gundulnya pepohonan. Akhirnya lahan di bukit Gunung Gajah Langu tidak bisa menahan laju air.

“Kalau dilihat kan kemiringannya lebih dari 30 derajat, artinya potensi bencananya sangat terbuka. Untuk menghindari banjir atau kelebihan air tetap kami meminta saluran untuk overflow,” ujarnya.

Pihaknya tak peduli hasil kajian pengembang yang menyebutkan jika larian airnya kecil sehingga tidak terlalu membahayakan. Segala kemungkinan bisa terjadi bila bersinggungan dengan kondisi alam.

“Akibat yang terjadi kalau tidak membuat saluran air dan dinding penahan tanah akan sangat membahayakan warga. Jadi saluran itu harus ada dan ukurannya harus ideal,” bebernya.

Selain perihal over flow, pihaknya juga meminta pihak pengembang agar mempertahankan ekosistem yang ada di sekitar lokasi pembangunan.

“Ekosistemnya mesti diperhitungkan. Seperti misalnya adanya tanaman pohon pohon atau ruang terbuka hijau, itu harus tetap dipertahankan,” tegasnya.

(dan)

Loading...

loading...

Feeds

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu kunci Indonesia untuk keluar dari situasi pandemi. Program tersebut membutuhkan partisipasi dari …

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Korban Banjir Terjangkit Ragam Penyakit

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Banjir yang sempat melanda wilayah utara (Pantura), Subang menimbulkan dampak penyakit bagi warga, yakni penyakit gatal pada …

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …