Pemkot Bandung Larang Warga Gunakan Asbes untuk Bangunan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2018 menyatakan, ‎asbes merupakan bahan bangunan berbahaya.

“Karenanya, dalam Perda‎ tersebut, dicantumkan bahwa  Bangunan dan Gedung dilarang penggunaan bahan bangunan yang dianggap berbahaya. Salah satunya asbes,” ujar Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung Iskandar Zulkarnaen, kepada wartawan Selasa (12/2).

‎Lelaki yang akrab disapa Zul ini  mengungkapkan, asbes (serat mineral bersifat tahan panas) selama ini kerap digunakan sebagai atap bangunan. Namun asbes ternyata mengandung zat beracun. Sementara dalam Perda Nomor 14 Tahun 2018 sebagai pengganti Perda Nomor 5 Tahun 2010 mengatur soal persyaratan kesehatan bangunan dan gedung.‎

“Ada pasal lagi terhadap bahan yang dianggap beracun. Di Perda ini kita atur untuk bahan yang berdampak ke masyarakat tidak dipakai lagi, contohnya itu asbes,” kata Zul‎.

Dalam Perda tersebut, tertera di pasal 69 perihal persyaratan kesehatan bangunan gedung meliputi sistem penghawaan, sistem pencahayaan, sistem sanitasi dan penggunaan bahan bangunan.‎

Selanjutnya, soal penggunaan bahan bangunan dalam pasal 77 ayat 1 ‎bahwa bahan bangunan harus aman bagi kesehatan pengguna bangunan gedung dan tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan, serta penggunanya dapat menunjang pelestarian lingkungan.‎

Pada pasal 77 ayat 2 kemudian menyebutkan, bahan bangunan yang aman dan tidak menimbulkan dampak penting harus memenuhi beberapa kriteria. Yakni, tidak mengandung bahan berbahaya atau beracun bagi kesehatan pengguna bangunan gedung, tidak menimbulkan efek silau bagi pengguna masyarakat dan lingkungan sekitarnya, tidak menimbulkan efek peningkatan temperatur, sesuai dengan prinsip konservasi dan ramah lingkungan.‎

“Memang dari sisi bahannya asbes bahannya tidak sehat dipakai masyarakat,” Zulkarnaen menegaskan.‎

Dari sejumlah literatur dan artikel penelitian kesehatan, bahan yang terkandung dalam asbes ini berpotensi memicu timbulnya kanker.‎ Untuk itu, Perda Nomor 14 Tahun 2018 secara tegas melarang penggunaan asbes lantaran dinilai mengancam kesehatan.‎

“Memang asbes berdampak zat yang ada didalamnya apabila terlalu panas menguap dan terhirup oleh yang tinggal di situ. Belum lagi kalau pembuatannya tidak sempurna, ada serpihan yang membahayakan,” katanya.

(atm/pojokbandung)‎

loading...

Feeds

Relawan Jabar Tahan Suara Pasangan 02

Perolehan suara pasangan Prabowo-Sandiaga seolah tidak goyah untuk wilayah Jawa Barat. Meski demikian, Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat, mengklaim …

Janji Palsu Pihak SMA Pelita Nusantara

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Niat menyekolahkan anak di sekolah yang layak, namun tidak sesuai harpan. Hanya kekecewan yang didapat. Itulah yang …
cisumdawu

Tol Cisumdawu Siap Digunakan Pemudik

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menerima informasi terbaru terkait kesiapan sebagian ruas Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), untuk mudik …
beasiswa BI

18.565 Mahasiwa Dapat Beasiswa BI

POJOKBANDNG.com, BANDUNG – Program Beasiswa Bank Indonesia dalam bentuk GenBI memasuki tahap pelantikan dan leadership camp. Program tersebut rupanya mendapatkan …
groundbreaking

Groundbreaking Tol NS Link Tunggu Jokowi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu kepastian jadwal Istana Negara terkait rencana Presiden Joko Widodo, memimpin groundbreaking …
seragam

Pikat Pemilih, KPPS Pakai Seragam SMA

POJOKBANDUNG.com, SUBANG- Untuk menarik minat dan meningkatkan jumlah partisifasi warga dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 ini, Kelompok Panitia …
bidding

Lelang Jabatan Masih Sepi Peminat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Panitia pelaksana seleksi open bidding Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi belum menerima satupun berkas lamaran dari Aparatur …
pileg

Banyak Warga Bingung, tapi Sukses

POJOKBANDUNG.com, PASEH – Pelaksanaan pemungutan suara pada pilpres dan pileg 2019.berjalan lancar dengan suasana damai meski agak membingungkan para pemilih. …