Uu Diminta Klarifikasi Soal Acara Deklarasi Dukung Jokowi di Pesantren Tasikmalaya

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul

POJOKBANDUNG.com,  BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum diminta untuk mengklarifikasi terkait deklarasi dukungan untuk Jokowi-Maruf Amin yang dilakukannya di sebuah pesantren di Tasikmalaya. Pasalnya, kegiatan semula untuk kegiatan sosialisasi Syariah.

Imam Budi Hartono Tim media Paslon Nomer Urut 2 Prabowo-Sandi mengatakan bahwa klarifikasi dibutuhkan agar masyarakat mendapatkan keterangan yang jelas.

Dari informasi yang didapatkannya, acara di sebuah pesantren itu untuk sosialisasi tentang keuangan syariah. Namun, pasa akhirnya adakegiatan deklarasi dukungan Pasangan Calon (Paslon) Presiden-Wakil Presiden Nomor Urut 1 Jokowi-Ma’ruf.

“Kami meminta kepada Wagub Jabar agar memberikan klarifikasi,” ucapnya saat dihubungi, Jumat (8/2/2019).

Selain itu, anggota Fraksi PKS DPRD Jabar ini pun meminta agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar pro aktif untuk menindaklanjuti hal ini untuk memberikan kepastian kepada masyarakat.

Dari informaai yang berhasil dihimpun, para ulama dan santri asal Kota Tasikmalaya, mendeklarasikan dukungannya kepada calon presiden nomor urut satu Joko Widodo-Maruf Amin, di Pondok Pesantren Sulalatul Huda, Paseh, Kota Tasikmalaya, Selasa (5/2/2019).

Deklarasi dipimpin langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, KH Abdul Aziz Affandi, bersama Panglima Santri Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya Budi Budiman.

Uu yang juga didapuk sebagai Panglima Santri Jawa Barat mengaku kalau deklarasi yang diikuti oleh sekitar 500 ulama di Kota Tasikmalaya tersebut sebagai perjuangan memenangkan Jokowi-Amin.

Deklarasi dukungan ratusan ulama ini telah menambah keyakinan pihaknya untuk mampu memenangkan kembali Pilpres tahun ini.

“Ini ada 500 ulama di Tasikmalaya yang hadir di deklarasi. Meskipun ulama ini tak seluruhnya hadir karena di Tasikmalaya jumlahnya banyak. Ini menjadi keyakinan kami bertambah untuk memenangkan Jokowi-Amin,” kata Uu.

Namun, deklarasi itu diwarnai insiden teriakan dukungan yang diduga ditujukan kepada ‘Prabowo Subianto, yang notabene pesain Jokowi. Para tamu undangan yang berada di sana pun seolah menghiraukan teriakan tersebut.

Bahkan, ketika acara pembacaan deklarasi selesai, spanduk bertuliskan ‘Deklarasi Ulama Se-Kota Tasikmalaya Mendukung Ir. H. Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin’ diturunkan sejumlah orang.

Salah seorang putra Pendiri Pesantren, Silmi Abdussalam yang menyatakan deklarasi tersebut tidak sesuai rencana. Semula sosialisasi ekonomi syariah tapi praktiknya menjadi deklarasi dukungan.

“Kalau soal insiden yang teriak-teriak Prabowo dan menurunkan spanduk karena kami merasa terjebak. Pasalnya spanduk awal tentang sosialisasi ekonomi syariah tapi mendadak ditutup dengan spanduk dukungan serta pihak keluarga tidak tahu ada deklarasi Jokowi-Maruf,” ucapnya.

(azs)

loading...

Feeds