Jembatan Tonjong di Bandung Barat Putus, Aktivitas Warga Terganggu

POJOKBANDUNG.com, SINDANGKERTA – Jembatan Tonjong yang yang ambruk diterjang banjir bandang Sungai Cidadap membuat aktivitas warga Kampung Tonjong RT 04/RW 09, Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta dan Desa/Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terganggu dan terpaksa harus memutar arah sejauh 25 kilometer.


Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR, Muhammad Ridwan mengungkapkan, putusnya jembatan Tonjong bagi warga Desa Gununghalu yang hendak ke Mekarwangi atau sebaliknya harus memutar cukup jauh, sekitar 25 kilometer.

“Jarak Gununghalu – Sindangkerta saja 19 kilometer, jika masuk lagi ke pelosok ditambah sekitar enam kilometer. Cukup jauh memang,” kata Ridwan kepada wartawan di Cikalongwetan, Kamis (7/2).

Ia menambahkan, kondisi itu sudah dijalani warga dua desa tersebut selama hampir  dua tahun.  Jembatan Tonjong ambruk diterjang banjir bandang pada Februari 2017.

Selain menghubungkan antara Kecamatan Gununghalu dengan Sindangkerta juga merupakan jalur alternatif menuju Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung.

“Tahun ini akan dibangun kembali Jembatan Tonjong. Sumber pendanaanya berasal dari APBD murni KBB 2019 sebesar hampir Rp 5 miliar. Mudah-mudahan April mendatang sudah mulai dikerjakan,” ungkapnya.

Panjang jembatan yang akan dibangun sekitar 24 meter dengan lebar 6-8 meter. Tadinya,  pembangunan jembatan akan didanai dari Comdev proyek Upper Cisokan.

“Karena dari Upper Cisokan belum ada kejelasan, akhirnya Pemkab Bandung Barat mengalokasikan biaya pembangunannya dari APBD KBB,” pungkasnya.

(bie)

Loading...

loading...

Feeds