Perkosa Korban Hingga Tewas, Pria Ini Akan Dikebiri dan Dihukum Mati

POJOKBANDUNG.com LAMPUNG – Terduga pemerkosa, perampok dan pembunuh mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang, Fatmi Rohanayanti telah ditangkap. Pelaku bernama Sairun alias Upusan (40).

Bekas napi Nusakambangan itu ditangkap petugas gabungan dari Polda Sumsel, Polsek Gelumbang dan Polres Muara Enim.

“Hanya 1 x 24 jam pelaku pembunuhan dan pemerkosaan terhadap mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang sudah ditangkap polisi, pelaku sudah berada di Polres Muara Enim saat ini masih dalam pemeriksaan,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat pres rilis di Mapolda Sumsel, Sabtu (2/2).

Terungkapnya pelaku ini sesuai dengan hasil pemeriksaan laboratorium bercak sperma yang ada di kemaluan korban, serta bekas cakaran di kuku korban.

“Dari hasil pemeriksaan ini bercak sperma di kemaluan korban positif DNA pelaku. Begitu juga bekas cakaran di kuku korban merupakan cakaran di tangan pelaku. Pengungkapan kasus ini benar benar dilakukan secara ilmiah,” terangnya.

Dilanjutkan pria yang pernah menjabat sebagai Kapolda Riau ini, pelaku Sairun diketahui merupakan residivis dalam kasus yang sama, yakni kasus pemerkosaan dan pembunuhan.

Akibat kasus tersebut, pelaku dihukum sepuluh tahun dan baru keluar dari penjara dua tahun lalu.

Menurut kapolda, bukan hanya masyarakat yang marah dengan aksi pelaku. Polisi pun merasakan hal serupa. Karena itu, polisi akan menjerat pelaku pasal yang memungkinkan pelaku dikebiri dan dihukum mati.

“Bukan hanya masyarakat saja yang geram dengan kasus ini, kami polisi juga sangat geram. Tentunya kami akan semaksimal mungkin agar pengadilan dapat memberikan hukuman mati dan tentunya juga diberikan hukuman kebiri kepada pelaku,” tegas Irjen Zulkarnain.

“Apalagi pelaku ini merupakan residivis dalam kasus yang sama dan baru dua tahun pulang dari Nusakambangan,” tambahnya.

Untuk itu, kata Irjen Zulkarnain, pihaknya menghimbau kepada masyarakat tempat korban agar mempercayakan proses hukum ini kepada polisi dan tidak bertindak anarkis atau main hakim sendiri.

Dalam kasus polisi mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat milik korban, sepasang sendal jepit hijau, pakaian korban berupa baju, celana training, celana dalam, dan bra.

Diketahui Fatmi Rohana Yanti ditemukan tewas dengan kondisi tanpa busana di perkebunan Desa Menanti, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim Kamis (31/1) sore dugaan sementara korban merupakan korban perampokan dan pembunuhan disertai pemerkosaan.

(yip/rmol/pojoksatu)

Loading...

loading...

Feeds