Pernyataan Prabowo Soal Impor Beras, Ruhut: Itu Bohong

BLUSUKAN: Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ruhut Sitompul blusukan di wilayah Klaten, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (30/1).

BLUSUKAN: Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ruhut Sitompul blusukan di wilayah Klaten, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (30/1).

POJOKBANDUNG.com – Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ruhut Sitompul blusukan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (30/1). Mantan anggota DPR RI itu ingin memastikan ucapan Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto mengenai nasib para petani dan keberadaan beras impor di wilayah Klaten. Dari hasil kunjungannya, Ruhut memastikan apa yang disampaikan Prabowo adalah tidak benar.

“Kami sudah melihat di youtube, membaca berita, dan ternyata itu tidak benar. Itu bohong. Makanya saya datang ke sini untuk meluruskan semua, hoaks dan lainnya,” ungkap Ruhut kepada JawaPos.com.

Ruhut juga sempat berkomunikasi langsung dengan para petani di Klaten untuk menanyakan kondisinya. Apa yang diungkapkan para petani cukup menjadi jawaban atas pernyataan Prabowo.

Pria yang dikenal dengan julukan Poltak Raja Minyak itu juga meminta kepada Prabowo untuk menghentikan berita bohong atau hoaks yang justru membuat resah masyarakat. “Bupati juga sempat langsung turun ke lapangan, dan dimana ada beras impor? Jangan biasakan kasih hoaks, kasih berita bohong kepada rakyat. Rakyat sudah sangat cerdas,” ucap Ruhut.

Pada kesempatan sama, Ketua Gapoktan Ngupoyo Bogo Suroto menegaskan bahwa nasib petani tidak seperti yang diungkapkan Prabowo beberapa waktu lalu. Selama ini, petani justru sudah begitu makmur. “Dari kakek saya sudah menjadi petani. Di sini tidak ada impor beras dan petani menangis tidak ada. Petani alhamdulillah tidak kekurangan,” tutur Suroto.

Petani di Klaten bisa menyekolahkan anak hingga bangku kuliah. Sekaligus bisa membangun rumah dan mendapatkan hasil yang cukup. Selama ini, petani di Klaten sangat menyukai hasil dari pertaniannya sendiri. Karena pertanian tidak menggunakan pupuk kimia. Semuanya menggunakan pupuk organik.

“Hasil pertanian kami lebih enak. Karena cara pemupukannya masih menggunakan organik. Mengenai pernyataan Prabowo itu, saya tidak begitu memikirkannya. Karena barang siapa yang melakukan sesuatu, itu akan kembali pada pribadi masing-masing, ” tandasnya.

(jpc)

loading...

Feeds