BKTI-PII Tandatangani MoA dengan Delapan Perguruan Tinggi di Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Badan Kejuruan Teknik Industri (BKTI) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan 8 Perguruan Tinggi Program Studi Teknik Industri di Bandung. Penandatanganan berlangsung di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kota  Bandung, Senin (28/1/2019).


Rektor Unjani, Mayjen TNI (Purn.) Witjaksono, M.Sc., NSS yang turut hadir   dalam penandatanganan MoA tersebut mengatakan, pendandtanganan ini sebagi salah satu wujud melaksanakan program sertifikasi insinyur profesional atau pembinaan keprofesionalan berkelanjutan dan program Link and Match, khususnya bagi lulusan Perguruan Tinggi Program Studi Teknik Industri di Indonesia.

“Selain itu juga sebagai bagian dari peningkatan kompetensi dosen dibidang keahliannya masing-masing,” ucap Witjaksono.

Witjaksono menyambut baik program sosialisasi percepatan sertifikasi Insinyur   Profesional Pratama, Madya dan Utama (IPP, IPM dan IPU) dengan mengikuti   tahapan pre /wawancara sertifikasi dengan tim Majelis Penilai BKTI-PII yang dilaksanakan tadi pagidikampus Unjani. Hasil dari tahapan proses tersebut BKTI-PII akan menerbitkan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI), sesuai dengan Undang-Undang Keinsinyuran Nomor 11tahun 2014.

“Dengan   demikian kebutuhan SDM Insinyur Profesional dengan kompetensinya masing-masing pelan-pelan dapat terpenuhi,” imbuhnya.

Lebih jauh   Witjaksono menjelaskan, dengan dilaksanakannya penandatanganan MoA antara BKTI-PII dengan Fakultas Teknik diharapkan dapat bekerja sama untuk mendirikan program studi Profesi Insinyur, bersama dengan universitas lain yang ada di Indonesia.

“Artinya secara otomatis lulusan-lulusan Perguruan Tinggi akan semakin berkualitas, professional dan kompeten di bidangnya, sehingga dapat ikut serta memajukan negeriini khususnya dalam membangun Industri Manufaktur Indonesia,” tutup Witjaksono.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum BKTI-PII Ir. I Made Dana Tangkas, M.Si.,  IPU mengatakan, Insinyur Profesional Indonesia saat ini hanya menggeluti bidang jasa konstruksi, sehingga kekurangan dalam bidang Teknik Industri/ Insinyur Profesional Industri dan Manufaktur.

“Kami memperkirakan akan terjadi kekurangan 280 ribu tenaga insinyur dalam lima tahun ke depan, sementara jumlah Insinyur yang dicetak oleh perguruan tinggi tidak mampumemenuhi jumlah kebutuhan Insinyur yang semakin bertambah,” jelasnya.

Loading...

loading...

Feeds