Innalillahi…di Kab. Bandung, Ibu dan Janinnya Meninggal karena DBD

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) renggut nyawa ibu dan anak yang masih dalam kandungan. Ibu muda bernama Nadia Agustina (22), warga Kampung Tipar, RT 1 RW 3, Desa Padasuka, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, meninggal dunia bersama anak yang masih dikandungnya, Kamis (16/1/2019) lalu.

Nina Nuriana (48), orang tua korban DBD mengatakan, anak sulungnya itu mengalami panas tinggi dan demam pada Jumat (4/1/2019). Kemudian keluarganya membawa Nadia ke bidan. Namun, panasnya tak kunjung turun, bidan memberikan rujukan agar korban dibawa ke rumah sakit. Korban menjalani pengobatan dan dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bandung.

“Tapi justru kondisi kesehatannya semakin memburuk akhirnya meninggal dunia,” kata Nina didampingi suaminya Agus Tarmizi (49) di kediamannya, Kamis (25/1/2019).

Menurut Nina, anaknya yang tengah hamil lima bulan itu, selama dua hari pertama dirawat di ruang rawat inap. Namun dua hari kemudian dipindahkan ke ruangan intensive care unit (ICU) karena kondisinya memburuk.

“Bahkan anak saya itu sempat tidak sadarkan diri. Karena kondisi semakin memburuk, janinnya yang berumur lima bulan dikeluarkan karena sudah meninggal dunia. Hal itu pun dilakukan agar kondisi Nadia bisa pulih,” tandasnya.

Nina mengatakan, anaknya berada di rumah sakit sekitar 10 hari. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak rumah sakit, Nadia didiagnosis terkena penyakit DBD disertai penyakit tipes.

“Selain almarhum, dalam waktu yang hampir bersamaan, anak pertama korban bernama Raisa Naura (5) pun terkena DBD. Kemudian anak bungsu Nina yang bernama Melani (8) pun masuk rumah sakit karena penyakit yang sama. Untungnya cucu dan anak bungsunya itu telah sembuh dan dalam masa pemulihan,” bebernya.

Dirinya berharap kasus DBD menjadi perhatian pemerintah daerah agar tidak ada yang meninggal lagi.

Kasi Kesejahteraan Desa Padasuka, Asep Suryana mengatakan, pihaknya menerima laporan jika terdapat beberapa warganya yang terserang penyakit DBD. Kemudian langsung berkoordinasi dengan puskesmas untuk melaporkan kejadian tersebut dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung.

“Di RW 03 banyak yang terkena DBD. Laporan lisan ke desa ada 11 orang terkena DBD sedangkan laporan resmi ke dinas kesehatan ada satu,” ujarnya.

Ia mengatakan, warga yang terkena DBD cenderung beruntun. Sebagai antisipasinya, pihak desa mendorong warga untuk bersih bersih lingkungan. Pihaknya juga mendorong agar Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung melakukan fogging. Katanya, di Desa Padasuka terbilang rawan DBD.

“Pada 2015 lalu sempat ada yang terkena DBD dua orang di RW 08,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Deni Zaeni membantah penyebab meninggalnya warga di RT 01 RW 03 Kampung Tipar karena penyakit DBD. Sebab yang bersangkutan saat sakit tengah mengandung.

Menurutnya, pihaknya melakukan penyelidikan epidemologi untuk memastikan apakah terdapat jentik nyamuk dan sudah keluar hasilnya. Sementara itu, dilakukan juga pengecekan audit maternal perinatal agar mengetahui ada penyakit lainnya.

“Kesimpulannya masih diduga karena DBD karena hasil lab dari rumah sakit tempat almarhum dirawat tidak ada. Yang ada hanya ada CT Scan,” katanya.

Meski begitu hasil pemeriksaan penyelidikan epidemologi menyebutkan di rumah korban positif terdapat jentik nyamuk di dispenser dan kulkas. Selain itu, di rumah beberapa warga terdapat jentik nyamuk DBD yang sama.

“Jentik nyamuk ada di tiga rumah positif, adanya di dispenser dan kulkas. Di rumah yang meninggal ada jentiknya,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya pada Jumat Minggu besok akan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di wilayah Desa Padasuka. Katanya permohonan tersebut sudah diajukan oleh Dinas Kesehatan dan akan segera direalisasikan.

“Terkait langkah fogging pihaknya terbatas tenaga personil. Selain itu jadwal saat ini sangat padat sebab sudah dilakukan sejak Desember 2018 yang lalu,” pungkasnya.

(apt/pojokbandung)

loading...

Feeds

Relawan Jabar Tahan Suara Pasangan 02

Perolehan suara pasangan Prabowo-Sandiaga seolah tidak goyah untuk wilayah Jawa Barat. Meski demikian, Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat, mengklaim …

Janji Palsu Pihak SMA Pelita Nusantara

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Niat menyekolahkan anak di sekolah yang layak, namun tidak sesuai harpan. Hanya kekecewan yang didapat. Itulah yang …
cisumdawu

Tol Cisumdawu Siap Digunakan Pemudik

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menerima informasi terbaru terkait kesiapan sebagian ruas Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), untuk mudik …
beasiswa BI

18.565 Mahasiwa Dapat Beasiswa BI

POJOKBANDNG.com, BANDUNG – Program Beasiswa Bank Indonesia dalam bentuk GenBI memasuki tahap pelantikan dan leadership camp. Program tersebut rupanya mendapatkan …
groundbreaking

Groundbreaking Tol NS Link Tunggu Jokowi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu kepastian jadwal Istana Negara terkait rencana Presiden Joko Widodo, memimpin groundbreaking …
seragam

Pikat Pemilih, KPPS Pakai Seragam SMA

POJOKBANDUNG.com, SUBANG- Untuk menarik minat dan meningkatkan jumlah partisifasi warga dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 ini, Kelompok Panitia …
bidding

Lelang Jabatan Masih Sepi Peminat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Panitia pelaksana seleksi open bidding Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi belum menerima satupun berkas lamaran dari Aparatur …
pileg

Banyak Warga Bingung, tapi Sukses

POJOKBANDUNG.com, PASEH – Pelaksanaan pemungutan suara pada pilpres dan pileg 2019.berjalan lancar dengan suasana damai meski agak membingungkan para pemilih. …