Pakar dari Jerman Dukung Mitigasi Bencana Masuk Kurikulum Indonesia

POJOKBANDUNG.com –Pakar mitigasi bencana yang juga pengajar di United Nations University, Jörg Szarzynski, tidak lagi asing dengan Indonesia. Beliau beberapa kali datang ke Indonesia sebagai bagian dari tim tanggap bencana dari Jerman.

Profesor Dr. Jörg Szarzynski adalah pengajar di United Nation University, Institute for Environment and Human Security (UNU-EHS) dan pakar mitigasi bencana yang memiliki hubungan erat dengan Indonesia terutama melalui riset dan kerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Beliau pernah menjadi bagian tim pakar dari Jerman untuk pengembangan sistem peringatan dini tsunami (German-Indonesian Tsunami Early Warning System) dan bekerja sama dengan LIPI memberi pelatihan untuk siswa sekolah di Jakarta dan Bogor. Ketertarikan risetnya berada di bidang Manajemen Bencana, Sistem Peringatan Dini, Pembangunan Kapasitas dan Pendidikan, serta Perubahan Lingkungan dan Pengembangan Berkelanjutan. DW memiliki kesempatan untuk berbincang-bincang dengannya terkait tema pendidikan mitigasi bencana untuk masyarakat.

DW: Presiden Indonesia, Joko Widodo telah menginstruksikan kementerian terkait untuk memasukkan mitigasi bencana ke dalam kurikulum sekolah. Apa pendapat Anda tentang ini?

bencana alam, mitigasi bencana, tsunami,
Jika kita ingin meningkatkan kesiapsiagaan bencana di tingkat nasional, kita harus memulai sedini mungkin, jadi sejak bangku sekolah dasar atau bahkan TK (Strange Vehicle)

Saya sangat menyambut inisiatif seperti ini dari Presiden karena saya percaya, jika kita ingin meningkatkan kesiapsiagaan bencana di tingkat nasional, kita harus memulai sedini mungkin, jadi sejak bangku sekolah dasar atau bahkan TK. Karena dengan melakukan itu, selain kita dapat mendidik dan menyiapkan anak-anak, kita juga dapat menggunakan mereka sebagai pembawa atau penyebar pesan, karena ketika anak-anak pulang sekolah, mereka membawa informasi ini ke rumah dan menyampaikannya kepada orang tua mereka. Jadi dengan dimulai dari anak-anak, kita dapat menyebarkan tingkat kesadaran akan kesiapsiagaan bencana ini ke seluruh masyarakat.

Menurut Anda bagaimana kurikulum sekolah terkait mitigasi bencana sebaiknya dikembangkan?

Pertama-tama saya pikir perlu ada konsep didaktis, apa isi kurikulum itu, bagaimana cara memberi tahu anak-anak tentang potensi bahaya dari alam dan bahaya buatan manusia. Jika kita melihat negara seperti Indonesia, yang rentan terhadap berbagai bahaya alam seperti tsunami, letusan gunung berapi, banjir dan sebagainya, tentu berbagai bentuk bahaya dari alam ini semua perlu dimasukkan. Dan tentu saja kurikulum perlu disesuaikan dengan usia anak sehingga transmisi dan distribusi pengetahuan yang efisien dapat terjamin.

Loading...

loading...

Feeds

Google Hapus 85 Aplikasi di Play Store

Berdasarkan laporan peneliti di Trend Micro, Google menghapus 85 aplikasi dari Google Play Store. Pasalnya, aplikasi diketahui mengandung adware yang dapat …

Pembangunan Gedung Creative Center Dikawal

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Rencana pembangunan gedung Creative Center di Tasikmalaya akan dikawal hingga terealisasi. Proyek yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa …

Edukasi Motor Melalui Harley Owners Group

BANDUNG – Harley Owners Group (HOG) Siliwangi memiliki kepengurusan baru periode periode kepengurusan 2019-2021. Pelantikan tersebut dilakukan kepada 45 pengurus …
blok

Rutilahu Sambangi Blok Dukuh Subang

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H.Ruhimat kembali merobohkan rumah warga untuk dilakukan perbaikan. Kali ini bersama warga dusun dua Blok …
meter

Warga Ujungberung Akan Arak Bendera 74 Meter

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Perayaan HUT ke-74 Republik Indonesia di Ujungberung, Kota Bandung, akan dimeriahkan oleh pengarakan bendera merah putih sepanjang …
pkl

Penataan PKL Cicadas Selesai September 2019

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Cicadas rampung September 2019. Sebanyak 602 pedagang bakal …