Seorang Mahasiswi Nekat Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap di Semak-Semak

Ilustrasi

Ilustrasi

“Alasan keduanya, dia tidak mau mengecewakan orangtuanya karena masih kuliah. Termasuk biaya untuk memenuhi kebutuhan bayi. Mereka berharap ada orang yang mengambil bayi tersebut saat dibuang,” tambahnya.

Atas perbuatannya tersebut, kedua tersangka akan diancam dengan Pasal 305 KUHP junto 55 KUHP dan atau 76 B junto Pasal 77 Undang-Undang 35/2014 tentang perubahan atas Undang-Undang 23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun enam bulan.

Sementara itu, St saat ditanya awak media mengaku menyesal atas perbuatannya. Ia pun mengaku sebenarnya sayang dengan bayi tersebut. Senada, Sr mengatakan dirinya sayang dan menyesal telah membuang bayinya.

Ia pun berharap tetap diberi kesempatan untuk memelihara bayi tersebut.

Berita sebelumnya warga Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang mendadak geger. Sekitar pukul 16.00 Wita, seorang bayi laki-laki ditemukan di semak-semak tak jauh dari jalan raya.

Di bawah terik matahari, bayi tersebut tampak menangis dan akhirnya ditemukan warga yang melihatnya. Empa (45), warga Desa Teluk Dalam, RT 1, Kecamatan Tenggarong Seberang menjadi orang pertama yang menemukan bayi malang tersebut.

Kepada polisi, saksi mengaku mendengar suara tangisan bayi saat hendak buang air kecil di bahu jalan. Penasaran dengan suara tersebut, saksi lalu mencari sumber suara. Ternyata bayi yang dibuang.

(jpnn/pojoksatu)

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Gelar IndonesiaNext 2019

Telkomsel kembali menggelar IndonesiaNEXT sebagai program yang menyasar pada peningkatan keahlian profesional para mahasiswa sebagai persiapan SDM yang unggul.
Fun Run

Ribuan Pelari Meriahkan ITB-PLN Fun Run 5K 2019

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Yayasan Solidarity Forever (YSF) beserta Institut Teknologi Bandung (ITB) dan didukung Perusahaan Listrik Negara (PLN), menggelar ITB-PLN …