PMB 2019, UPI Sediakan 8.720 Kursi

Andri Yunardi

Andri Yunardi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk jenjang sarjana (S1) dan diploma (D3) tahun akademik 2019/2020. Penerimaan terbagi melalui tiga jalur yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Mandiri Universitas Pendidikan Indonesia (SM-UPI).

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), M Solehuddin menjelaskan, tes masuk tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini penyajian data base dikelola melalui lembaga independent bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LPMPT), yang secara resmi telah diluncurkan Menristekdikti, Mohamad Nasir pada Jumat (4/1) lalu.

Kata Solehuddin, dalam pelaksanaanya LTMPT bertugas mengelola dan mengolah data calon mahasiswa untuk seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh rektor PTN. Selain itu, sambung dia, lembaga ini juga melaksanakan UTBK dan menyampaikan hasilnya kepada peserta dan PTN tujuan.

“Tahun ini kami menyiapkan 8.720 kursi meliputi 30 persen jalur SNMPTN, 45 persen jalur SBMPTN dan 25 persen untuk jalur SM- UPI,” ucap Solehuddin saat konferensi pers di Kampus UPI, Jalan Setiabudhi, Kota Bandung, kemarin.

Solehuddin menerangkan, LTMPT memiliki sifat kelembagaan yang permanen dari segi manajemen data base yang menerapkan sistem terintegrasi. Artinya, peserta yang mendaftar di SNMPTN apabila tidak diterima dan akan mendaftar di jalur SBMPTN maka tidak perlu mengisi ulang data identitas. Sedangkan peserta yang sudah dinyatakan diterima pada jalur SNMPTN secara otomatis peserta tersebut tak dapat mendaftar pada jalur SBMPTN.

“Peserta juga berkesempatan mengikuti tes seleksi dua kali dengan cara dua kali pendaftaran. Peserta dapat mengikuti kelompok ujian saintek maupun soshum yang masing-masing satu kali dan atau memilih salah satunya, untuk dua kali ujian. Sementara bagi peserta yang memilih program studi seni dan olahraga, diwajibkan untuk mengunggah portofolio sebagai pengganti ujian keterampilan (UK),” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Direktorat Akademik UPI, Dadang Ansori menambahkan, dari semua kapasitas yang disediakan, 20 persen diantaranya diperuntukkan bagi mahasiswa miskin dan daerah tertinggal termasuk diantaranya dari program Bidik Misi.

“Untuk jumlah peserta Bidik Misi tahun 2019, kami sediakan 899 kursi,” jelasnya.

Dadang mengungkapkan, terkait mekanisme penerimaan calon mahasiswa baru UPI semua peserta wajib mengikuti UTBK kemudian mendaftar sebagai peserta SBMPTN dengan syarat peserta adalah siswa SMA/ MA/ SMK tahun lulus 2017/ 2018 sudah memiliki ijasah. Sedangkan bagi siswa lulusan 2019 harus memiliki surat keterangan lulus pendidikan menengah atau memuat informasi detail peserta.

“Waktu penyelenggaraan UTBK setiap hari sabtu dan minggu, mulai 13 April – 26 Mei 2019. Untuk waktu pendaftaran dimulai pada tanggal 1 Maret – 1 April 2019. Sedangkan pengumuman akan dilakukan pada 23 April – 2 Juni 2019,” jelasnya.

Sementara untuk jalur SM-UPI akan dilaksanakan setelah penyelenggaraan pengumuman hasil SBMPTN. Jadi bagi calon mahasiswa baru yang ingin mendaftar di jalur SM-UPI, diwajibkan lebih dulu untuk terdaftar di jalur SBMPTN. Karena jika tidak terdaftar di SBMPTN, peserta yang bersangkutan tidak dapat ikut tes di jalur SM-UPI.

“Bagi peserta yang memilih program studi bidang seni dan olahraga wajib mengunggah portofolio,” terangnya.

Untuk diketahui, jadwal pelaksanaan pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) pada 4-25 Januari 2019. Untuk waktu pendaftaran SNMPTN dilakukan pada 4-14 Februari 2019. Kemudian pengumuman hasil seleksi pada 23 Maret 2019 dan pendaftaran dilakukan melalui laman http://sbmptn.ac.id.

(arh)

loading...

Feeds

Dinilai Teruji, Brigas Pilih Dukung Jokowi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Joko Widodo dianggap sudah bisa menjaga stabilitas ekonomi dengan baik. Hal itu menjadi salah satu alasan sejumlah …