BPJS TK Hadir di Tengah Masyarakat yang Terkena Musibah Tsunami

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif dalam kesempatan penyerahan santunan kepada ahli waris di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang, banten, Rabu (9/1).

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif dalam kesempatan penyerahan santunan kepada ahli waris di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang, banten, Rabu (9/1).

POJOKBANDUNG.com, BANTEN – Tsunami 22 Desember 2018 banyak meninggalkan duka di hati para keluarga korban, salah satunya dialami keluarga almarhum Ocang. Almarhum yang pada saat tsunami menerjang di Tanjung Lesung, sedang bertugas melakukan pekerjaannya selaku Engineering di hotel Tanjung Lesung, Banten.

Kisah menyentuh lainnya dialami oleh Ade Firman, yang berjuang antara hidup dan mati saat tergulung ombak tsunami, yang juga pada saat yang sama sedang melakukan pekerjaannya. Akibat dari kejadian itu, dirinya menderita patah tulang dan luka luka di sekujur tubuhnya.

Kejadian nahas ini, selain mengakibatkan dirinya cidera juga menyebabkan terhentinya penghasilan untuk keluarga dan harus menunggu sampai kesehatan.

Beruntung perlindungan BPJS Ketenagakerjaan hadir membantu para peserta korban tsunami baik berupa santunan bagi ahli waris korban dan juga dalam bentuk pelayanan di jaringan Rumah sakit PLKK (Pusat Layanan Kecelakaan Kerja) yang tersebar di seluruh Indonesia yang mencapai 7.981 unit PLKK.

Perawatan dan pengobatan akibat kecelakaan kerja ini diberikan tanpa adanya batasan plafon biaya pengobatan. Adanya fasilitas di PLKK ini sebagai jaminan pengobatan dan perawatan akan dilakukan sampai pasien dinyatakan sembuh.

“Agar selalu dipastikan,bahwa sesuai PP 44/2015, selama pekerja tidak dapat bekerja akibat suatu kejadian kecelakaan, maka BPJS Ketenagakerjaan menjamin upah pekerja tetap diterima oleh pekerja sebagai suatu penghasilan,” ucap Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif dalam kesempatan penyerahan santunan kepada ahli waris di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang, banten, Rabu (9/1).

Setelah itu rombongan Direktur Pelayanan kemudian melakukan kunjungan ke pasien korban bencana tsunami di RSUD Drajat – Serang, Banten.
Kekhawatiran terhadap pemenuhan kebutuhan hidup, biaya sekolah dan sebagainya tentunya menjadi permasalahan baru dalam keluarga selain kesedihan dan duka mendalam akibat meninggalnya kepala keluarga.

“Kami berupaya agar para peserta korban Tsunami bisa cepat mendapat pelayanan. Tidak sampai satu bulan dari kejadian, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan santunan kepada pekerja korban bencana tsunami banten – lampung,” terang Krishna.

“Sebanyak 23 orang dengan total pembayaran Rp9,65 Milyar telah disalurkan, terdiri atas santunan kematian, bantuan pemakaman, santunan berkala, santunan beasiswa dan tabungan JHT,” tambahnya.

Secara nasional jumlah total pengajuan klaim untuk tahun 2018 sebanyak 2,15 juta dengan nilai klaim mencapai Rp24,05 Trilyun. Khusus untuk kasus kecelakaan kerja, sepanjang tahun 2018 tercatat sebanyak 173 ribu pengajuan klaim dengan nilai klaim sebesar Rp1,22 Trilyun.

“Semoga ke depannya perlindungan dan manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan dapat dirasakan oleh seluruh masyrakat pekerja di Indonesia. Saya berharap santunan yang kami sampaikan ini dapat mengurangi beban ahli waris serta dapat dijadikan modal awal untuk menata kembali kehidupan pasca musibah,” pungkas Krishna.

 

(arh)

 

loading...

Feeds

Dinilai Teruji, Brigas Pilih Dukung Jokowi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Joko Widodo dianggap sudah bisa menjaga stabilitas ekonomi dengan baik. Hal itu menjadi salah satu alasan sejumlah …